DENTITAS :
Hari/Tanggal : Kamis, 9 November 2023
Mapel : SBK
Kelas : 9C, 9D
Materi : Konsep Menyajikan Lagu Secara Vokal
KD : 3.2 dan 4.2
Konsep Menyajikan Lagu
Secara Vokal Grup
Vokal grup adalah bentuk penyajian vokal yang lebih ekspresif
dibandingkan paduan suara, karena dalam menyajikan vokal grup kita akan lebih
mementingkan aspek keselarasan nada yang enak didengar dan lebih ekspresif,
bukan berupa partitur lengkap seperti aransemen lagu untuk kelompok paduan
suara (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 58).
Menyajikan lagu
secara vokal grup akan menuntut kita agar dapat berkreasi (kreatif) dalam
memberikan variasi vokal yang menambah manis komposisi lagunya. Tidak jarang
semua anggota vokal grup harus mampu melakukan improvisasi yang membuat lagu
lebih menggugah namun tidak berlebihan pula sehingga mengubah keaslian lagu.
Untuk dapat lebih mengenal tentang vokal grup, ada baiknya kita perhatikan
hal-hal berikut ini.
Ciri-ciri
vokal grup
Terdapat
beberapa ciri khas yang membuat vokal grup berbeda dari cara menyanyi lainnya
(termasuk perbedaannya dengan paduan suara). Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm.
58) ciri-ciri vokal grup adalah sebagai berikut.
1. Vokal
grup terdiri dari beberapa penyanyi, biasanya terdiri dari 3 hingga 10 orang.
2. Aransemen
vokalnya bebas dan dalam membawakan lagu sebuah vokal grup lebih dapat
ekspresif, misalnya dengan memberikan gerakan yang sesuai untuk menunjang makna
lagu.
3. Menggunakan
improvisasi yang dominan.
4. Vokal
grup dapat diiringi musik atau tidak diiringi musik (acapella).
Aransemen Vokal
Selain ciri-ciri
umum vokal grup di atas, salah satu ciri khas utama dari aransemen vokal grup
adalah aransemen vokalnya. Sajian vokal grup yang langsung menyita perhatian
adalah adanya aransemen lagu yang tentunya akan berbeda dari melodi aslinya.
Aransemen lagu ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Mencari melodi utama
Mencari melodi
utama atau pokok dari lagu yang telah dipilih. Sumbernya dapat diambil dari
format file digital lagu seperti mp3, youtube, spoitify, CD, atau partitur
lagu.
2.
Mencari akor atau harmoni
Mencari akor
atau harmoni lagu dapat ditemukan dengan bantuan alat musik seperti piano atau
gitar. Eksplorasi akor dapat dilakukan dengan menggunakan nada dasar suatu
aliran musik tertentu yang populer.
3. Memecah suara
Untuk dapat
memecah suara, diperlukan sedikit pengetahuan tentang akor, misalnya lagu dalam
tangga nada Do=C susunan solmisasinya sebagai berikut:
|
Tingkatan
nada |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
|
Nama
notasi |
C |
D |
E |
F |
G |
A |
B |
C’ |
|
Solmisasi |
Do |
Re |
Mi |
Fa |
Sol |
La |
Si |
Do |
Akor yang
digunakan dalam lagu Do = C berasal dari rangkaian nada di atas, setiap notasi
akan menjadi not 1 dan untuk not 3 dan 5 dihitung secara berurutan dan jika
dijabarkan sesuai dengan rumusan 1 3 5, maka susunan nada pada akornya sebagai
berikut.
|
Notasi |
Sifat
Akor |
Akor |
Solmisasi
Nada |
||
|
1 |
2 |
3 |
|||
|
C |
Mayor |
C |
Do |
Mi |
Sol |
|
D |
Minor |
Dm |
Re |
Fa |
La |
|
E |
Minor |
Em |
Mi |
Sol |
Si |
|
F |
Mayor |
F |
Fa |
La |
Do |
|
G |
Mayor |
G |
Sol |
Si |
Re |
|
A |
Minor |
Am |
La |
Do |
Mi |
|
B |
Diminished |
Bm |
Si |
Re |
Fa |
Setelah itu, dapat dilakukan memecah suara dengan acuan
nada-nada yang harmoni sesuai akornya.
4.
Memberi nada untuk setiap suara
Tahapan ini
adalah kelanjutan dari poin di atas, yaitu untuk memberikan not pada setiap
suara. Misalnya, dalam vokal grup akan dibagi 3 suara, maka nada sudah tersedia
berdasarkan akor yang dapat dilihat di tabel di atas.
Sebagai contoh,
akan dibuat vokal grup wanita dengan susunan 3 suara yaitu S, MS, dan A
((Sopran (S), mezo sopran 2 (MS), dan alto (A)). Jika melodi pokok atau utama
lagu ada di sopran 1, maka sopran 2 dan alto tinggal menggunakan nada yang
belum digunakan di akor tersebut sesuai dengan ketinggian nadanya.
|
S |
Do
(melodi utama) |
|
Ms |
Mi |
|
A |
Sol
(digunakan sol rendah) |
Contoh pembagian
suara untuk vokal grup pria adalah Tenor, Bariton, dan Bass. Proses pembuatan
aransemen vokalnya hampir sama langkahnya dengan vokal grup wanita di atas.
|
Tenor |
Do
(melodi utama) |
|
Bariton |
Mi |
|
Bass |
Sol
(digunakan sol rendah) |
5. Improvisasi lagu
Selanjutnya kita
harus mengemas sajian vokal grup lebih menarik, yaitu dengan membuat variasi
nada pada melodi lagu di beberapa bagian saja dengan catatan pengembangan nada
atau variasi nadanya harus tetap berjalan di akor yang sama.
Variasi lainnya
dapat dilakukan pula dengan cara menambahkan, misalnya intro dan akhir lagu
yang menarik. Hal ini sangat tergantung pada kreativitas anggota vokal grup.
Oleh karena itu, agar kita mampu melakukan improvisasi yang baik diperlukan
usaha untuk memperbanyak perbendaharaan variasi nada dan improvisasi lagu
dengan banyak mendengarkan karya vokal grup yang terkenal dan bagus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar