DENTITAS :
Hari/Tanggal : Selasa, 21 November 2023
Mapel : SBK
Kelas : 9A, 9B
Materi : Tari Kreasi
KD : 3.1 dan 4.1
TARI KREASI
Tari kreasi merupakan pengembangan
tari rakyat dan tari klasik. Tari kreasi baru muncul karena ada panduan gerak
dari daerah lain atau masuknya gerak tari dari negara lain, dikembangkan dengan
unsur tradisi dan iringan musik yang bervariasi.
Tari kreasi mempunyai bentuk
mengekspresikan artistik yang bersifat individual dan lebih mengutamakan
ekspresi dan estetika dibanding pertunjukan.
Tari
kreasi adalah tari yang koreografi nya bertolak pada tari tradisional atau
pengembangan dari pola tari yang sudah ada. Terbentuknya tari kreasi
dipengaruhi oleh gaya tari daerah lain, negara lain atau hasil kreativitas
penciptanya.
Contoh tari kreasi yaitu Tari Gebyar Trompong, Tari Oleg
Tambulilingan, Tari Manuk Rawa (Bali), Tari Karonsih (Jawa tengah), Tari Kipas,
dan Tari Mainang Pulo Kampu (Sumatra).
Tari kreasi memiliki
keragaman dan keunikan yang berbeda dengan kawasan Asia. Perkembangan seni tari
terjadi secara alami dan sesuai dengan tuntutan zaman yang memunculkan
keragaman seni tari di Nusantara dan di luar Nusantara (mancanegara).
Tari kreasi dikelompokkan menjadi 2 yaitu
1.
Tari
kreasi berpolakan tradisi
Tari kreasi yang
garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi dalam hal koreografi,
musik/karawitan, tata busana, rias, dan tata teknik pentasnya, tanpa
menghilangkan esensi tradisinya. Contohnya, Tari Nandak Gojek dari Betawi, yang
ditarikan oleh siswi SMK Negeri di Jakarta Jurusan Seni Tari.
Tari Nandak Gojek diciptakan
tahun 2014 oleh siswi SMK dengan bimbingan guru kesenian, tari ini berangkat
dari pengembangan gerak tari Topeng Betawi dengan iringan musik gamelan topeng
dan properti tari berupa payung.
Berikut
contoh gerakan tari Nandak Gojek :
2. Tari kreasi baru tidak berpolakan tradisi (nontradisi) :
Tari kreasi yang
garapannya melepaskan diri dari pola tradisi dalam hal koreografi, musik, rias,
busana dan tata teknik pentasnya. Contoh tari kreasi baru nontradisi, yaitu
tari kontemporer karya Wiwit jurusan Seni Tari UNJ. Berikut contoh gerakannya
:
Tari Gegot adalah tari Betawi yang diciptakan
oleh Entong Sukirman dan Kartini Kisam tahun 1976. Merupakan tarian yang
menggambarkan kehidupan para remaja putri Betawi yang sedang menjalankan masa
remajanya, canda dan tawa mewarnai kehidupannya.
Ide tarian ini berawal dari karakter topeng, panji dan jingga,
yang mewakili kehidupan keseharian manusia, sehingga menjadi bentuk tari
pergaulan dan gerak canda dapat diartikan sebagai kebersamaan. Iringan
Tari Gegot adalah musik Topeng Betawi, yaitu kendang, gong, kempul, kenong
tiga, kenceng, kecrek, serta rebab. Tari sebagai pertunjukan (theat
ri cal dance).
Tari jenis ini adalah tari yang disusun sengaja untuk
dipertontonkan. Oleh karena itu, dalam penyajiannya mengutamakan segi
artistiknya, penggarapan koreografi yang baik, serta tema dan tujuan yang
jelas. Berikut contoh busana dan tata rias Tari Gegot :
Tari Ronggeng Blantek diciptakan tahun 1985 oleh
Wiwiek Widyastuti. Tari Ronggeng Blantek merupakan tari
kreasi baru yang diangkat dari teater Betawi berjudul Topeng Blantek, di mana
ketika memulai pertunjukan topeng diawali dengan pertunjukan tari yang disebut
Ronggeng Blantek.
Dalam perkembangannya, Tari Ronggeng Blantek menjadi tarian lepas
dan banyak diminati oleh masyarakat sebagai tari bentuk dan pertunjukan pada
acara dalam penyambutan tamu.
Berikut
contoh Tari Ronggeng Blantek :
Tari Ronggeng Blantek diciptakan tahun 1985 oleh
Wiwiek Widyastuti. Tari Ronggeng Blantek merupakan tari
kreasi baru yang diangkat dari teater Betawi berjudul Topeng Blantek, di mana
ketika memulai pertunjukan topeng diawali dengan pertunjukan tari yang disebut
Ronggeng Blantek.
Dalam perkembangannya, Tari Ronggeng Blantek menjadi tarian lepas
dan banyak diminati oleh masyarakat sebagai tari bentuk dan pertunjukan pada
acara dalam penyambutan tamu.
Berikut
contoh Tari Ronggeng Blantek :
Tari Loliyana adalah tari kreasi yang berasal
dari Maluku yang pertunjukannya berdasarkan tradisi masyarakat Kepulauan Teon
Nila, Serua. Tari Loliyana berasal dari Upacara Panen Lola sehingga disebut
tari Panen Lola. Loliyana berasal dari kata Lola, yaitu pekerjaan mengumpulkan
hasil laut.
Proses panen Lola diawali dengan pesta rakyat mengelilingi api
unggun dari malam hingga subuh, dilanjutkan dengan syukuran dan doa kepada Yang
Maha Kuasa demi keberhasilan panen yang akan dilaksanakan.
Tari
Saman adalah tarian Suku Gayo yang ditampilkan untuk merayakan peristiwa
penting dalam adatnya. Syair dalam Tari Saman menggunakan bahasa Gayo dan
ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tari Saman berasal
dari Aceh, didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang
berasal dari Gayo, Aceh Tenggara.
Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai daftar representatif budaya
warisan manusia dalam sidang ke 6 komite antarpemerintah untuk perlindungan
warisan budaya UNESCO di Bali, 24 November 2011.
Berikut contoh Tari Saman :
Keunikan gerak tari tradisi terlihat dari motif gerak yang
terdapat pada tari tersebut. Setiap daerah memiliki keunikan gerak yang
beraneka ragam. Di daerah Betawi memiliki motif gerak pakblang, di Bali
memiliki motif gerak agem, dan sebagainya. Dari berbagai motif gerak dapat
dikolaborasikan, sehingga dikembangkan menjadi gerak baru dan tercipta tari
kreasi baru.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar