DENTITAS :
Hari/Tanggal : Kamis, 9 November 2023
Mapel : SBK
Kelas : 9C, 9D
Materi : Latihan Mengembangkan Ornamentasi Lagu Populer secara Vokal Grup
KD : 3.2 dan 4.2
Kita dapat mengubah lagu populer secara vokal grup dengan cara
mengaransemen lagu populer menjadi lebih variatif lagi. Tahapan pertama dari
mengaransemen sebuah lagu populer adalah memilih lagu yang mempunyai pola
melodi utama yang mudah dipahami bentuknya. Kemudian pilih juga lagu yang dalam
satu lagu tersebut hanya menggunakan tanda birama yang sama dari awal sampai
akhir. Pola lagu seperti itu akan lebih mudah dikembangkan menjadi konsep
sajian vokal grup.
Menurut Tim
Kemdikbud (2017, hlm. 62) Langkah-langkah untuk mengembangkan ornamentasi lagu
populer secara vokal grup adalah sebagai berikut.
1. Menentukan lagu pop yang akan digubah atau diaransemen.
Tentukan lagu
yang memiliki bentuk lagu yang sederhana berdasarkan:
1. Pola
bentuk lagu yang mempunyai 2 bentuk, misalnya A dan B, A merupakan lambang
untuk bait 1 lagu, B sebagai lambang untuk bait 2 dan apabila ada bait-bait
berikutnya yang memiliki pola berbeda dengan bait 1 dan 2 bisa menggunakan
lambang C dan seterusnya.
2. Penggunaan
lambang tersebut dalam sebuah rangkaian lirik lagu kedua bentuk ini bisa
digunakan secara berurutan atau selang-seling atau berulang-ulang, misalnya A B
A’ B’, A A’ B B’, atau A A’ B A’’A
Sebagai contoh,
lagu “Indonesia Jaya” dapat dikategorikan sebagai lagu pop yang memiliki melodi
lagu dan lirik lagu yang bermakna baik. Bentuk lagu ini A B C, akan terlihat
jelas dengan menganalisis lirik lagunya sebagai berikut.
Lirik lagu
“Indonesia Jaya”
A Hari-hari
terus berlalu
Tiada pernah
berhenti
Seribu rintang
jalan berliku
Bukanlah suatu
penghalang
B
Hadapilah segala tantangan
Mohon petunjuk
Yang Kuasa
Ciptakanlah
kerukunan bangsa
Kobarkanlah
dalam dada
Semangat jiwa
Pancasila
C Hidup tiada
mungkin tanpa perjuangan
Tanpa
pengorbanan mulia adanya
Berpegangan
tangan satu dalam jiwa
Demi masa depan
Indonesia jaya
Lirik lagu di
atas dapat kita analisis berdasarkan bentuk lagunya yaitu:
|
Bait 1 |
pola A
(sebut saja sebagai pola A, yaitu pola lagu yang pertama) |
|
Bait 2 |
pola B
(pada bagian ini sudah terjadi perubahan pola melodi dan pola irama lagu,
jadi bisa ditentukan menjadi pola B) |
|
Bait 3 |
Pola C
(pada bagian ini merupakan puncak lagu karena terjadi perubahan melodi ke
nada yang lebih tinggi dari A dan B) |
Setelah kita
menganalisis pola lagu tersebut, maka akan terlihat setiap bagian lagu dengan
mudah. Tentunya hal ini juga secara otomatis dapat mempermudah kita menentukan
di bagian yang mana yang akan dikembangkan ke dalam sajian vokal grup.
2. Mengaransemen melodi utama menjadi konsep vokal grup
Langkah
selanjutnya adalah mengaransemen atau menggubah lagu populer atau kita pilih
saja, misalnya lagu pop satu suara ke dalam sajian vokal grup yang sederhana.
Intro
Apa yang
dimaksud dengan Intro adalah melodi awal yang dinyanyikan sebelum masuk ke lagu
intinya, intro ini dibuat untuk memberikan kesan yang lebih menarik dan lain
dari lagu aslinya. Intro dapat diambil dari penggalan bentuk lagu yang dianggap
paling menarik di lagu tersebut atau bisa saja intro ini dibuat sendiri sesuai
dengan keinginan arrangernya. Yang penting, melodi yang dibuat masih sesuai
akornya dengan lagu intinya.
Berdasarkan
partitur lagu “Indonesia Jaya” tersebut, kita bisa membuat contoh intro lagu
seperti berikut ini:
Pembagian
tugas untuk variasi perbedaan suara
Pada tahap
selanjutnya, kita harus membagi tugas bagian-bagian vokalnya untuk memudahkan
membagi variasi suaranya. Biasanya, sebuah kelompok vokal grup terdiri dari
lebih dari satu orang dan maksimalnya 10 orang. Dari jumlah anggota ini bisa
ditentukan bagian-bagiannya berdasarkan penjelasan pembagian tugas yang telah
dibahas di atas.
Pembagian suara
bisa ditentukan dari jenis suara setiap anggotanya, siapa yang memiliki wilayah
suara lebih tinggi, sedang, atau rendah. Jangan memaksakan seseorang yang
memiliki wilayah nada rendah dan diberi tugas menyanyikan nada-nada tinggi atau
sebaliknya, karena pada dasarnya setiap orang memiliki wilayah nada
sendiri-sendiri.
Setelah dibagi
tugas vokalnya, mulailah merencanakan variasi nada yang harmonis sesuai dengan
akor lagu tersebut pada bagian-bagian bentuk lagu yang akan dipecah suaranya.
Pembagian suara yang sederhana bisa dimulai dengan membagi menjadi dua suara
seperti berikut ini:
Improvisasi
Setelah langkah
tersebut dilakukan dan sudah mendapatkan kepastian bentuk pembagian suaranya,
kita dapat memperindah sajian vokal grup ini dengan memberikan improvisasi atau
pengembangan ekspresi yang tetap berpatokan pada akor lagunya walaupun biasanya
keluar dari melodi utamanya. Improvisasi ini diberikan tidak di semua bagian
lagu, tetapi hanya di beberapa bagian lagu yang memungkinkan untuk diberikan
variasi nada, biasanya di bagian lagu dengan not panjang.
Improvisasi
dalam sebuah vokal grup haruslah dikomunikasikan dan direncanakan, agar
improvisasi tidak diulang-ulang dan tidak bersamaan antarpenyanyi sehingga
tujuan improvisasi, yaitu memperindah lagu bisa tercapai dengan tepat. Pada
partitur lagu di atas, contoh improvisasi banyak digunakan suara Mezzo sopran,
jadi bukan dengan mencari harmonisasi dari melodi suara Sopran tapi
mengembangkan bentuk melodinya lebih variatif, seperti contoh improvisasi di
bawah ini.
Akhir lagu
Bagian akhir
lagu merupakan ajang kreativitas dari para personel vokal grup atau arranger
vokalnya. Pada bagian ini diharapkan arranger vokal dapat menciptakan akhir
lagu yang menarik, sehingga mampu meninggalkan kesan kuat pada pendengar dan
berdmpak pada keseluruhan lagu yang dibawakan sehingga lagu akan sulit dilupakan.
Oleha karena
itu, tentunya bagian ending ini memerlukan kreativitas tinggi. Akhir lagu bisa
diambil dari salah satu melodi pada bagian lagu yang paling menarik dan
memiliki aksentuasi yang tegas atau juga bisa keluar sama sekali dari pola
melodi utama lagu, yang penting selalu sesuai dengan akor lagunya.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar