Senin, 20 November 2023

KELAS 9 KD 3.1 - 4.1 SENI TARI : TARI KREASI

 DENTITAS :

Hari/Tanggal : Selasa,   21  November 2023

Mapel : SBK

Kelas : 9A, 9B

Materi : Tari Kreasi

KD : 3.1 dan 4.1


TARI KREASI

Tari kreasi merupakan pengembangan tari rakyat dan tari klasik. Tari kreasi baru muncul karena ada panduan gerak dari daerah lain atau masuknya gerak tari dari negara lain, dikembangkan dengan unsur tradisi dan iringan musik yang bervariasi.

Tari kreasi mempunyai bentuk mengekspresikan artistik yang bersifat individual dan lebih mengutamakan ekspresi dan estetika dibanding pertunjukan. 

Tari kreasi adalah tari yang koreografi nya bertolak pada tari tradisional atau pengembangan dari pola tari yang sudah ada. Terbentuknya tari kreasi dipengaruhi oleh gaya tari daerah lain, negara lain atau hasil kreativitas penciptanya. 

 

Contoh tari kreasi yaitu Tari Gebyar Trompong, Tari Oleg Tambulilingan, Tari Manuk Rawa (Bali), Tari Karonsih (Jawa tengah), Tari Kipas, dan Tari Mainang Pulo Kampu (Sumatra).

Tari kreasi memiliki keragaman dan keunikan yang berbeda dengan kawasan Asia. Perkembangan seni tari terjadi secara alami dan sesuai dengan tuntutan zaman yang memunculkan keragaman seni tari di Nusantara dan di luar Nusantara (mancanegara). 

Tari kreasi dikelompokkan menjadi 2 yaitu

 

1.   Tari kreasi berpolakan tradisi

 

Tari kreasi yang garapannya dilandasi oleh kaidah-kaidah tari tradisi dalam hal koreografi, musik/karawitan, tata busana, rias, dan tata teknik pentasnya, tanpa menghilangkan esensi tradisinya. Contohnya, Tari Nandak Gojek dari Betawi, yang ditarikan oleh siswi SMK Negeri di Jakarta Jurusan Seni Tari. 

Tari Nandak Gojek diciptakan tahun 2014 oleh siswi SMK dengan bimbingan guru kesenian, tari ini berangkat dari pengembangan gerak tari Topeng Betawi dengan iringan musik gamelan topeng dan properti tari berupa payung.

Berikut contoh gerakan tari Nandak Gojek :

 



2. Tari kreasi baru tidak berpolakan tradisi (nontradisi) :

Tari kreasi yang garapannya melepaskan diri dari pola tradisi dalam hal koreografi, musik, rias, busana dan tata teknik pentasnya. Contoh tari kreasi baru nontradisi, yaitu tari kontemporer karya Wiwit jurusan Seni Tari UNJ. Berikut contoh gerakannya : 



Tari Gegot adalah tari Betawi yang diciptakan oleh Entong Sukirman dan Kartini Kisam tahun 1976. Merupakan tarian yang menggambarkan kehidupan para remaja putri Betawi yang sedang menjalankan masa remajanya, canda dan tawa mewarnai kehidupannya. 

Ide tarian ini berawal dari karakter topeng, panji dan jingga, yang mewakili kehidupan keseharian manusia, sehingga menjadi bentuk tari pergaulan dan gerak canda dapat diartikan sebagai kebersamaan. Iringan  Tari Gegot adalah musik Topeng Betawi, yaitu kendang, gong, kempul, kenong tiga, kenceng, kecrek, serta rebab. Tari sebagai pertunjukan (theat ri cal dance). 

Tari jenis ini adalah tari yang disusun sengaja untuk dipertontonkan. Oleh karena itu, dalam penyajiannya mengutamakan segi artistiknya, penggarapan koreografi  yang baik, serta tema dan tujuan yang jelas. Berikut contoh busana dan tata rias Tari Gegot : 


Tari Ronggeng Blantek diciptakan tahun 1985 oleh Wiwiek Widyastuti. Tari Ronggeng Blantek merupakan tari kreasi baru yang diangkat dari teater Betawi berjudul Topeng Blantek, di mana ketika memulai pertunjukan topeng diawali dengan pertunjukan tari yang disebut Ronggeng Blantek. 

Dalam perkembangannya, Tari Ronggeng Blantek menjadi tarian lepas dan banyak diminati oleh masyarakat sebagai tari bentuk dan pertunjukan pada acara dalam penyambutan tamu.

Berikut contoh Tari Ronggeng Blantek : 

Tari Ronggeng Blantek diciptakan tahun 1985 oleh Wiwiek Widyastuti. Tari Ronggeng Blantek merupakan tari kreasi baru yang diangkat dari teater Betawi berjudul Topeng Blantek, di mana ketika memulai pertunjukan topeng diawali dengan pertunjukan tari yang disebut Ronggeng Blantek. 

Dalam perkembangannya, Tari Ronggeng Blantek menjadi tarian lepas dan banyak diminati oleh masyarakat sebagai tari bentuk dan pertunjukan pada acara dalam penyambutan tamu.

Berikut contoh Tari Ronggeng Blantek : 

 



 

Tari Loliyana adalah tari kreasi yang berasal dari Maluku yang pertunjukannya berdasarkan tradisi masyarakat Kepulauan Teon Nila, Serua. Tari Loliyana berasal dari Upacara Panen Lola sehingga disebut tari Panen Lola. Loliyana berasal dari kata Lola, yaitu pekerjaan mengumpulkan hasil laut. 

Proses panen Lola diawali dengan pesta rakyat mengelilingi api unggun dari malam hingga subuh, dilanjutkan dengan syukuran dan doa kepada Yang Maha Kuasa demi keberhasilan panen yang akan dilaksanakan. 



Tari Saman adalah tarian Suku Gayo yang ditampilkan untuk merayakan peristiwa penting dalam adatnya. Syair dalam Tari Saman menggunakan bahasa Gayo dan ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tari Saman berasal dari Aceh, didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo, Aceh Tenggara. 

Tari saman ditetapkan UNESCO sebagai daftar representatif budaya warisan manusia dalam sidang ke 6 komite antarpemerintah untuk perlindungan warisan budaya UNESCO di Bali, 24 November 2011.

Berikut contoh Tari Saman : 



Keunikan gerak tari tradisi terlihat dari motif gerak yang terdapat pada tari tersebut. Setiap daerah memiliki keunikan gerak yang beraneka ragam. Di daerah  Betawi memiliki motif gerak pakblang, di Bali memiliki motif gerak agem, dan sebagainya. Dari berbagai motif gerak dapat dikolaborasikan, sehingga dikembangkan menjadi gerak baru dan tercipta tari kreasi baru.

 

 


Rabu, 08 November 2023

KELAS 9 KD 3.2 - 4.2 SENI MUSIK : LAGU POPULER DALAM SAJIAN VOKAL GRUP

 DENTITAS :

Hari/Tanggal : Kamis,  9   November 2023

Mapel : SBK

Kelas : 9C, 9D

Materi : Latihan Mengembangkan Ornamentasi Lagu Populer secara Vokal Grup

KD : 3.2 dan 4.2

3.2   Memahami teknik penambahan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk kelompok vokal


4.2 Mengembangkan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk kelompok vokal




Latihan Mengembangkan Ornamentasi Lagu Populer secara Vokal Grup 

Kita dapat mengubah lagu populer secara vokal grup dengan cara mengaransemen lagu populer menjadi lebih variatif lagi. Tahapan pertama dari mengaransemen sebuah lagu populer adalah memilih lagu yang mempunyai pola melodi utama yang mudah dipahami bentuknya. Kemudian pilih juga lagu yang dalam satu lagu tersebut hanya menggunakan tanda birama yang sama dari awal sampai akhir. Pola lagu seperti itu akan lebih mudah dikembangkan menjadi konsep sajian vokal grup.

Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 62) Langkah-langkah untuk mengembangkan ornamentasi lagu populer secara vokal grup adalah sebagai berikut.

1. Menentukan lagu pop yang akan digubah atau diaransemen.

Tentukan lagu yang memiliki bentuk lagu yang sederhana berdasarkan:

1.     Pola bentuk lagu yang mempunyai 2 bentuk, misalnya A dan B, A merupakan lambang untuk bait 1 lagu, B sebagai lambang untuk bait 2 dan apabila ada bait-bait berikutnya yang memiliki pola berbeda dengan bait 1 dan 2 bisa menggunakan lambang C dan seterusnya.

2.     Penggunaan lambang tersebut dalam sebuah rangkaian lirik lagu kedua bentuk ini bisa digunakan secara berurutan atau selang-seling atau berulang-ulang, misalnya A B A’ B’, A A’ B B’, atau A A’ B A’’A

Sebagai contoh, lagu “Indonesia Jaya” dapat dikategorikan sebagai lagu pop yang memiliki melodi lagu dan lirik lagu yang bermakna baik. Bentuk lagu ini A B C, akan terlihat jelas dengan menganalisis lirik lagunya sebagai berikut.

Lirik lagu “Indonesia Jaya”

A Hari-hari terus berlalu

Tiada pernah berhenti

Seribu rintang jalan berliku

Bukanlah suatu penghalang

 

B  Hadapilah segala tantangan

Mohon petunjuk Yang Kuasa

Ciptakanlah kerukunan bangsa

Kobarkanlah dalam dada

Semangat jiwa Pancasila

 

C Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan

Tanpa pengorbanan mulia adanya

Berpegangan tangan satu dalam jiwa

Demi masa depan Indonesia jaya

Lirik lagu di atas dapat kita analisis berdasarkan bentuk lagunya yaitu:

Bait 1

pola A (sebut saja sebagai pola A, yaitu pola lagu yang pertama)

Bait 2

pola B (pada bagian ini sudah terjadi perubahan pola melodi dan pola irama lagu, jadi bisa ditentukan menjadi pola B)

Bait 3

Pola C (pada bagian ini merupakan puncak lagu karena terjadi perubahan melodi ke nada yang lebih tinggi dari A dan B)

Setelah kita menganalisis pola lagu tersebut, maka akan terlihat setiap bagian lagu dengan mudah. Tentunya hal ini juga secara otomatis dapat mempermudah kita menentukan di bagian yang mana yang akan dikembangkan ke dalam sajian vokal grup.

2. Mengaransemen melodi utama menjadi konsep vokal grup

Langkah selanjutnya adalah mengaransemen atau menggubah lagu populer atau kita pilih saja, misalnya lagu pop satu suara ke dalam sajian vokal grup yang sederhana.


Masih menggunakan contoh lagu yang sama, yakni “Indonesia Jaya” adalah contoh lagu pop satu suara yang akan diubah ke dalam sajian untuk vokal grup. Selanjutnya, akan dijelaskan tahapan aransemen atau mengubah ke dalam sajian vokal grup sebagai berikut ini.

Intro

Apa yang dimaksud dengan Intro adalah melodi awal yang dinyanyikan sebelum masuk ke lagu intinya, intro ini dibuat untuk memberikan kesan yang lebih menarik dan lain dari lagu aslinya. Intro dapat diambil dari penggalan bentuk lagu yang dianggap paling menarik di lagu tersebut atau bisa saja intro ini dibuat sendiri sesuai dengan keinginan arrangernya. Yang penting, melodi yang dibuat masih sesuai akornya dengan lagu intinya.

Berdasarkan partitur lagu “Indonesia Jaya” tersebut, kita bisa membuat contoh intro lagu seperti berikut ini:


Setelah bagian intro dinyanyikan, langsung masuk ke lagu utama.

Pembagian tugas untuk variasi perbedaan suara

Pada tahap selanjutnya, kita harus membagi tugas bagian-bagian vokalnya untuk memudahkan membagi variasi suaranya. Biasanya, sebuah kelompok vokal grup terdiri dari lebih dari satu orang dan maksimalnya 10 orang. Dari jumlah anggota ini bisa ditentukan bagian-bagiannya berdasarkan penjelasan pembagian tugas yang telah dibahas di atas.

Pembagian suara bisa ditentukan dari jenis suara setiap anggotanya, siapa yang memiliki wilayah suara lebih tinggi, sedang, atau rendah. Jangan memaksakan seseorang yang memiliki wilayah nada rendah dan diberi tugas menyanyikan nada-nada tinggi atau sebaliknya, karena pada dasarnya setiap orang memiliki wilayah nada sendiri-sendiri.

Setelah dibagi tugas vokalnya, mulailah merencanakan variasi nada yang harmonis sesuai dengan akor lagu tersebut pada bagian-bagian bentuk lagu yang akan dipecah suaranya. Pembagian suara yang sederhana bisa dimulai dengan membagi menjadi dua suara seperti berikut ini:

Improvisasi

Setelah langkah tersebut dilakukan dan sudah mendapatkan kepastian bentuk pembagian suaranya, kita dapat memperindah sajian vokal grup ini dengan memberikan improvisasi atau pengembangan ekspresi yang tetap berpatokan pada akor lagunya walaupun biasanya keluar dari melodi utamanya. Improvisasi ini diberikan tidak di semua bagian lagu, tetapi hanya di beberapa bagian lagu yang memungkinkan untuk diberikan variasi nada, biasanya di bagian lagu dengan not panjang.

Improvisasi dalam sebuah vokal grup haruslah dikomunikasikan dan direncanakan, agar improvisasi tidak diulang-ulang dan tidak bersamaan antarpenyanyi sehingga tujuan improvisasi, yaitu memperindah lagu bisa tercapai dengan tepat. Pada partitur lagu di atas, contoh improvisasi banyak digunakan suara Mezzo sopran, jadi bukan dengan mencari harmonisasi dari melodi suara Sopran tapi mengembangkan bentuk melodinya lebih variatif, seperti contoh improvisasi di bawah ini.



Akhir lagu

Bagian akhir lagu merupakan ajang kreativitas dari para personel vokal grup atau arranger vokalnya. Pada bagian ini diharapkan arranger vokal dapat menciptakan akhir lagu yang menarik, sehingga mampu meninggalkan kesan kuat pada pendengar dan berdmpak pada keseluruhan lagu yang dibawakan sehingga lagu akan sulit dilupakan.

Oleha karena itu, tentunya bagian ending ini memerlukan kreativitas tinggi. Akhir lagu bisa diambil dari salah satu melodi pada bagian lagu yang paling menarik dan memiliki aksentuasi yang tegas atau juga bisa keluar sama sekali dari pola melodi utama lagu, yang penting selalu sesuai dengan akor lagunya.




 


Rabu, 01 November 2023

KELAS 9 KD 3.2 - 4.2 SENI MUSIK : LAGU POPULER DALAM SAJIAN VOKAL GRUP

 DENTITAS :

Hari/Tanggal :  Kamis, 9 November 2023

Mapel : SBK

Kelas : 9C, 9D

Materi : Konsep Menyajikan Lagu Secara Vokal

KD : 3.2 dan 4.2

3.2   Memahami teknik penambahan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk kelompok vokal


4.2 Mengembangkan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk kelompok vokal



Konsep Menyajikan Lagu Secara Vokal Grup

Vokal grup adalah bentuk penyajian vokal yang lebih ekspresif dibandingkan paduan suara, karena dalam menyajikan vokal grup kita akan lebih mementingkan aspek keselarasan nada yang enak didengar dan lebih ekspresif, bukan berupa partitur lengkap seperti aransemen lagu untuk kelompok paduan suara (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 58).

Menyajikan lagu secara vokal grup akan menuntut kita agar dapat berkreasi (kreatif) dalam memberikan variasi vokal yang menambah manis komposisi lagunya. Tidak jarang semua anggota vokal grup harus mampu melakukan improvisasi yang membuat lagu lebih menggugah namun tidak berlebihan pula sehingga mengubah keaslian lagu. Untuk dapat lebih mengenal tentang vokal grup, ada baiknya kita perhatikan hal-hal berikut ini.

Ciri-ciri vokal grup

Terdapat beberapa ciri khas yang membuat vokal grup berbeda dari cara menyanyi lainnya (termasuk perbedaannya dengan paduan suara). Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 58) ciri-ciri vokal grup adalah sebagai berikut.

1.     Vokal grup terdiri dari beberapa penyanyi, biasanya terdiri dari 3 hingga 10 orang.

2.     Aransemen vokalnya bebas dan dalam membawakan lagu sebuah vokal grup lebih dapat ekspresif, misalnya dengan memberikan gerakan yang sesuai untuk menunjang makna lagu.

3.     Menggunakan improvisasi yang dominan.

4.     Vokal grup dapat diiringi musik atau tidak diiringi musik (acapella).

Aransemen Vokal

Selain ciri-ciri umum vokal grup di atas, salah satu ciri khas utama dari aransemen vokal grup adalah aransemen vokalnya. Sajian vokal grup yang langsung menyita perhatian adalah adanya aransemen lagu yang tentunya akan berbeda dari melodi aslinya. Aransemen lagu ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Mencari melodi utama

Mencari melodi utama atau pokok dari lagu yang telah dipilih. Sumbernya dapat diambil dari format file digital lagu seperti mp3, youtube, spoitify, CD, atau partitur lagu.

2. Mencari akor atau harmoni

Mencari akor atau harmoni lagu dapat ditemukan dengan bantuan alat musik seperti piano atau gitar. Eksplorasi akor dapat dilakukan dengan menggunakan nada dasar suatu aliran musik tertentu yang populer.

3. Memecah suara

Untuk dapat memecah suara, diperlukan sedikit pengetahuan tentang akor, misalnya lagu dalam tangga nada Do=C susunan solmisasinya sebagai berikut:

Tingkatan nada

1

2

3

4

5

6

7

8

Nama notasi

C

D

E

F

G

A

B

C’

Solmisasi

Do

Re

Mi

Fa

Sol

La

Si

Do

Akor yang digunakan dalam lagu Do = C berasal dari rangkaian nada di atas, setiap notasi akan menjadi not 1 dan untuk not 3 dan 5 dihitung secara berurutan dan jika dijabarkan sesuai dengan rumusan 1 3 5, maka susunan nada pada akornya sebagai berikut.

Notasi

Sifat Akor

Akor
Do = C

Solmisasi Nada

1

2

3

C

Mayor

C

Do

Mi

Sol

D

Minor

Dm

Re

Fa

La

E

Minor

Em

Mi

Sol

Si

F

Mayor

F

Fa

La

Do

G

Mayor

G

Sol

Si

Re

A

Minor

Am

La

Do

Mi

B

Diminished

Bm

Si

Re

Fa

Setelah itu, dapat dilakukan memecah suara dengan acuan nada-nada yang harmoni sesuai akornya.

4. Memberi nada untuk setiap suara

Tahapan ini adalah kelanjutan dari poin di atas, yaitu untuk memberikan not pada setiap suara. Misalnya, dalam vokal grup akan dibagi 3 suara, maka nada sudah tersedia berdasarkan akor yang dapat dilihat di tabel di atas.

Sebagai contoh, akan dibuat vokal grup wanita dengan susunan 3 suara yaitu S, MS, dan A ((Sopran (S), mezo sopran 2 (MS), dan alto (A)). Jika melodi pokok atau utama lagu ada di sopran 1, maka sopran 2 dan alto tinggal menggunakan nada yang belum digunakan di akor tersebut sesuai dengan ketinggian nadanya.

S

Do (melodi utama)

Ms

Mi

A

Sol (digunakan sol rendah)

Contoh pembagian suara untuk vokal grup pria adalah Tenor, Bariton, dan Bass. Proses pembuatan aransemen vokalnya hampir sama langkahnya dengan vokal grup wanita di atas.

Tenor

Do (melodi utama)

Bariton

Mi

Bass

Sol (digunakan sol rendah)

5. Improvisasi lagu

Selanjutnya kita harus mengemas sajian vokal grup lebih menarik, yaitu dengan membuat variasi nada pada melodi lagu di beberapa bagian saja dengan catatan pengembangan nada atau variasi nadanya harus tetap berjalan di akor yang sama.

Variasi lainnya dapat dilakukan pula dengan cara menambahkan, misalnya intro dan akhir lagu yang menarik. Hal ini sangat tergantung pada kreativitas anggota vokal grup. Oleh karena itu, agar kita mampu melakukan improvisasi yang baik diperlukan usaha untuk memperbanyak perbendaharaan variasi nada dan improvisasi lagu dengan banyak mendengarkan karya vokal grup yang terkenal dan bagus.