DENTITAS :
Hari/Tanggal : Kamis, 23 November 2023
Mapel : SBK
Kelas : 9C, 9D
Materi : Tari Kreasi
KD : 3.1 dan 4.1
Tari sebagai bentuk seni merupakan pertunjukan yang mengarah pada
estetika manusia. Keindahan dalam tari hadir demi suatu kepuasan, kebahagiaan,
dan harapan batin manusia, sebagai pencipta, penari, atau penikmatnya. Pertunjukan
tidak hanya menampilkan serangkaian gerak yang tertata baik, rapi, dan indah,
melainkan dilengkapi berbagai unsur pendukung tari.
Unsur-unsur pendukung dalam tari yaitu
·
iringan (musik)
·
tata busana (kostum),
·
tata rias
·
tempat
·
tata lampu
·
tata suara (sound)
Musik dan tari merupakan
tidak dapat dipisahkan satu. Musik dalam tari memiliki 3 aspek dasar yang
berkaitan dengan tubuh dan kepribadian manusia, yaitu melodi, ritme, dan
dramatik.
Sumber melodi dapat kita ketahui rangkaian nada, Ritme adalah degupan
dari musik yang ditandai dengan aksen/tekanan yang diulang-ulang secara
teratur, dramatik adalah suara yang dapat memberikan suasana tertentu.
Contohnya Tari Uncul yang diiringi musik sampyong. Musik sampyong terbuat
dari bambu.
Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti
tari dapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk pada pertunjukan tari
agar garapan tari terlihat lebih sempurna.
Penggunaan
properti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan ketepatan dalam
menggunakan properti tari dengan baik dan benar. Hal ini karena dalam
penggunaan properti tari perlu penguasaan dan keterampilan dari seorang
penari.
Kualitas
penguasaan dan keterampilan dari seorang penari atas properti tari yang
digunakan menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format garapan
tari yang berkualitas. Properti tari banyak ragam, bentuk, dan fungsinya.
Berikut contoh Tari Uncul dari Betawi menggunakan properti tari berupa
kayu panjang :
Berikut contoh Tari Cokek Onde-Onde menggunakan properti tari selendang
:
Busana dan tata rias pada seni tari berperan mendukung
pertunjukan tari. Aksesoris adalah bagian dari busana. Busana dan tata rias
sebagai sarana pembantu, artinya bahwa tanpa tata rias atau hanya dengan gerak
dan busana saja, maka suatu pertunjukan tari telah terjadi.
Tata busana atau pakaian adalah segala sesuatu yang dikenakan
atau melekat dengan seorang penari. Busana penari merupakan sarana pembantu
yang berperan mendukung perwujudan tari. Busana tari dapat dikelompokkan ke
dalam lima bagian, yaitu :
1.
Pakaian dasar
2.
Pakaian kaki atau
sepatu
3.
Pakaian tubuh
4.
Pakaian kepala
5.
Perlengkapan-perlengkapan
Tata rias dan busana tari kreasi begitu
terbuka terhadap perubahan. Hal tersebut berbeda dengan
tata rias dan busana tari tradisi dengan desain yang baku. Penggunaan tata rias
dan busana tari kreasi bebas sesuai dengan karakter atau keinginan koreografer
(penyusun tari).
Seni
pertunjukan memerlukan tempat atau ruangan guna menyelenggarakan pertunjukan
tari. Di Indonesia, kita dapat mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan
(pentas), seperti lapangan terbuka atau arena terbuka, di pendapa dan bentuk
panggung proscenium. Panggung proscenium adalah panggung yang penonton hanya
dapat melihat dari sisi depan saja.
Pada
tempat terbuka, pertunjukan tari diselenggarakan di halaman. Pertunjukan tari
tradisional di lingkungan rakyat sering digelar di lapangan terbuka. Dalam
kalangan bangsawan, pertunjukan kesenian diadakan di pendapa, yaitu suatu
bangunan yang berbentuk joglo dan bertiang pokok empat, tanpa penutup pada
sisi-sisinya.
Berikut
contoh Pementasan drama tari Ramayana yang diadakan di halaman Candi Prambanan
yang merupakan bentuk pentas terbuka :
Berikut contoh Pertunjukan Tari Klasik di Kraton Yogyakarta yang
merupakan bentuk pentas pendapa :
Berikut contoh Pagelaran Tari Lenggang Nyai dan Musik Gambang Kromong di
Gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki merupakan bentuk panggung proscenium
:
Tata
lampu dan tata suara sebagai unsur pelengkap pertunjukan tari berfungsi untuk
kesuksesan pergelaran. Penataan lampu dikatakan berhasil jika dapat memberi
kontribusi terhadap objek yang ada dalam pentas, sehingga semua yang ada di
pentas nampak hidup dan mendukung pertunjukan tari.
Dalam penataan
suara, dikatakan berhasil jika dapat menjadi jembatan komunikasi antara
pertunjukan dengan penontonnya. Artinya, penonton bisa mendengar dengan baik
dan jelas tanpa gangguan apapun sehingga terasa nyaman.
Berikut contoh Pementasan drama Tari Ramayana yang diadakan di
halaman Candi Prambanan dengan lighting dari
sisi kanan dan kiri panggung :
Agar lebih memahami gerak tari kreasi, lakukan gerak tari
kreasi dengan menggunakan unsur pendukung sebagai berikut :
1.
Motif 1, gerak
berjalan menuju sawah :
2.
Motif 2, gerak memetik
padi :
3.
Motif 3, gerak membawa
hasil panen :
4.
Motif 4, gerak
menikmati hasil panen :