Senin, 29 Januari 2024

KELAS 9 KD 3.3 - 4.3 SENI RUPA : SENI GRAFIS

  DENTITAS :

Hari/Tanggal :  Selasa,  30 Januari 2024

Mapel : SBK

Kelas : 9A 9B

Materi : Jenis Karya Seni Grafis dan Tehnik

KD : 3.3 dan 4.3

3.3   Memahami prosedur berkarya seni grafis dengan berbagai bahan dan teknik


4.3 Membuat karya seni grafis dengan berbagai bahan dan teknik


Jenis Karya Seni Grafis dan Tehnik


Apa Saja Jenis Karya Seni Grafis?

Karya seni grafis dapat dikelompokkan berdasarkan cara pembuatannya. Pada umumnya, proses pembuatan seni grafis terdiri dari beberapa teknik. Berikut macam-macam karya seni grafis berdasarkan proses atau teknik pembuatannya.


1. Teknik Cetak Tinggi

Teknik cetak tinggi adalah jenis seni grafis yang memanfaatkan ketinggian sebuah medium untuk mencetak. Cetak tinggi menggunakan cetakan dari bahan yang dapat dicukil, sehingga menghasilkan karya yang memiliki relif.

Adapun contoh karya jenis seni grafis menggunakan cetak tinggi adalah karya dengan teknik berikut ini:

·                     Woodcut



·                     Metalcut



·                     W engraving



·                     Relief etching



·                     Linocut



·                     Rubber stamp



·                     Foam printing



·                     Potato printing



Contoh karyanya adalah cap, stiker, atau stempel yang memiliki relief.


2. Teknik Cetak Saring

Cetak saring atau screen printing adalah salah satu jenis seni grafis yang dibuat dengan cara memanfaatkan cetakan dari bahan layar dari kain yang dilapisi dengan bahan yang peka terhadap cahaya. Pada umumnya, teknik ini terbagi menjadi dua jenis, yakni stensil dan sablon.

Contoh karya seni grafis dengan teknik cetak saring adalah kaos yang disablon.



3. Teknik Cetak Dalam

Teknik cetak dalam adalah jenis seni grafis yang cara pembuatannya menggunakan plat alumunium. Plat tersebut kemudian memiliki benda tajam yang berfungsi untuk membuat goresan yang dalam.

Contoh karya seni grafis dengan teknik cetak dalam adalah spanduk, baliho, kartu nama, brosur, baner, dan lain-lain.


 







4. Teknik Cetak Datar

Teknik cetak datar adalah jenis teknik yang digunakan dalam pembuatan karya seni grafis yang memanfaatkan klise datar dengan prinsip saling menolak dan saling menerima antara tinta dan air.

Adapun contoh karya seni grafis cetak datar adalah foto, poster, koran, majalah, tabloid, buku, dan lain-lain.








Langkah-Langkah Membuat Karya Seni Grafis

Karya seni grafis dibuat berdasarkan beberapa teknik. Disadur dari buku Seni dan Budaya yang ditulis oleh Harry Sulastianto, dkk, berikut langkah-langkah membuat karya seni grafis berdasarkan tekniknya.


1. Teknik Cetak Tinggi

1.       Membuat sketsa atau rancangan grafis.

2.       Memindahkan sketsa ke plat/klise.

3.       Langkah selanjutnya, menukil bagian yang tidak menjadi objek gambar (bagian yang tinggi menjadi bagian objek, bagian yang rendah tidak menjadi objek gambar).

4.       Mengoleskan tinta pada klise yang telah dibuat.

5.       Meratakan tinta dengan menggunakan rol atau sendok.

6.       Menutup klise yang sudah diberi tinta dengan media kertas cetak.

7.       Buka secara perlahan, periksa apakah tinta sudah rata atau belum. Apabila belum rata, lakukan cara sebelumnya sekali lagi.

8.       Karya seni grafis cetak tinggi selesai dibuat.


2. Teknik Cetak Saring

1.     Langkah pertama, baluri layar yang akan dibuat dengan cairan emulsi. Kemudian, secara otomatis akan membentuk lapisan tipis.

2.     Diamkan lapisan emulsi tersebut selama beberapa waktu hingga akhirnya cairannya mengering.

3.     Buatlah pola atau sketsa gambar yang ingin digunakan menggunakan kertas transparan atau plastik.

4.     Setelah lapisan emulsi kering, letakkan pola yang telah dibuat sebelumnya ke atas layar lalu tekan dengan menggunakan busa.

5.     Tekan layar dengan menggunakan kaca, kemudian sinari layar beserta pola tersebut dengan menggunakan sinar ultraviolet.

6.     Setelah itu, gambar pola akan terbentuk pada layar.

7.     Basahi layar tadi dengan perlahan, lalu keringkan layar tersebut di bawah paparan sinar matahari langsung.

8.     Setelah kering, untuk menghindari kebocoran cat, rekatkan lakban di pinggiran keempat sisi layar.

9.     Tempatkan latar di atas media yang akan disablon.

10.          Lakukanlah penyablonan dengan menuangkan cat atau tinta pada layar secukupnya.

11.          Ratakan cat mengunakan rakel agar warnanya merata.

12.          Proses penyablonan selesai. Keringkan cat pada media yang digunakan menggunakan alat pengering, seperti hairdryer

 

3. Teknik Cetak Dalam

1.     Siapkan alat dan bahan, seperti tembaga/seng atau aluminium datar, alat gores, tinta, kuas, serta kain lap.

2.     Buatlah pola atau sketsa pada tembaga atau seng menggunakan alat gores.

3.     Oleskan tinta pada bagian dalam goresan yang telah dibuat sebelumnya.

4.     Bersihkan tinta yang keluar dari pola dalam dari goresan.

5.     Letakkan kertas atau media yang akan digunakan pada permukaan klise

6.     Selanjutnya tekan kertas dengan benda yag permukaannya rata atau dipres dengan alat pres.

7.     Setelah itu, angkat kertas sehingga akan tampak gambar pada kertas tersebut.


4. Teknik Cetak Datar

1.     Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti ember, cat, kain lap, kertas gambar, kuas, air, cat kayu, dan lain-lain.

2.     Pertama, ambil ember atau wadah air kemudian isi ember tersebut dengan air secukupnya.

3.     Setelah itu, masukan cat kayu ke dalam air, tetapi jangan di aduk. Ratakan cat kayu pada air seperlunya agar memperoleh warna yang diinginkan.

4.     Siapkan kertas gambar atau media gambar lainnya dan masukan secara perlahan pada permukaan air berwarna. Pastikan semua media gambar terkena secara merata.

5.     Diamkan selama beberapa saat, tetapi juga jangan terlalu lama.

6.     Setelah dirasa cukup, angkat media kayu atau kertas dari air.

7.     Posisikan lurus dan tak miring agar cat warna yang melekat tak melebar.

8.     Bersihkan jika ada noda atau warna yang melebar. Lalu keringkan.

 





Senin, 15 Januari 2024

KELAS 9 KD 3.3 - 4.3 SENI RUPA : SENI GRAFIS

 DENTITAS :

Hari/Tanggal : Selasa,  16 Januari 2024

Mapel : SBK

Kelas : 9A, 9B

Materi : Pengertian dan Fungsi Seni Grafis

KD : 3.3 dan 4.3

3.3   Memahami prosedur berkarya seni grafis dengan berbagai bahan dan teknik


4.3 Membuat karya seni grafis dengan berbagai bahan dan teknik



Pengertian dan Fungsi Seni Grafis

Pengertian seni grafis secara sederhana adalah suatu seni rupa yang dibuat menggunakan teknik cetak. Pada umumnya, seni grafis menggunakan medium kertas sebagai bentuk hasil dari karyanya, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa berupa medium lain.

Karya seni grafis sendiri saat ini banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti baliho, poster-poster yang ditempel di papan iklan, kemasan produk makanan atau minuman, dan lain-lain.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai seni grafis, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis karya, hingga contoh pembuatan seni grafis. Simak pembahasan tersebut di bawah ini.


Apa Pengertian Seni Grafis?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu atau karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa, sedangkan grafis memiliki artian, yakni bersifat graf/huruf atau dilambangkan dengan huruf.

Namun, jika kedua istilah tersebut digabungkan akan membentuk definisi tersendiri. Menurut Tim Study Center dalam buku Sukses UN SMP/MTS 2016, seni grafis adalah cabang seni rupa yang berwujud dua dimensi dan dikerjakan melalui teknik cetak dari suatu klise.

Dengan proses mencetak, satu klise bisa dicetak atau diproduksi lebih dari satu dengan hasil yang sama. Di samping itu, seni grafis juga memiliki sejumlah ciri khas tersendiri. Lalu, apa yang menjadi ciri khas seni grafis?

Ciri khas seni grafis adalah jenis seni memiliki proses pembuatan yang unik, yakni dengan memanfaatkan seni cetak untuk membuat karyanya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa seni grafis adalah suatu jenis seni yang menggunakan teknik mencetak dalam menghasilkan sebuah karya.


Apa Fungsi Seni Grafis?

Menurut Drs. Siwi Widi Asmoro, M.Pd. dalam bukunya yang berjudul Desain Grafis Percetakan SMK/MAK Kelas XI, seni grafis adalah jenis seni yang termasuk pada karya seni rupa.

Sama halnya dengan karya seni rupa lainnya, seni grafis memiliki banyak fungsi. Fungsi-fungsi seni grafis dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu fungsi artistik atau keindahan serta fungsi kegunaan.

Fungsi Artistik

Fungsi artistik adalah fungsi yang tidak berkaitan dengan tujuan komersial dan tujuan lainnya. Fungsi artistik dari seni grafis adalah:

  • Sebagai wadah penyampaian pesan
  • Sebagai media menyalurkan hobi dan minat
  • Sebagai media apresiasi karya seni

Fungsi Fungsional

Fungsional melihat dari sisi kegunaan dan pemanfaatan karya seni. Adapun fungsi fungsional dari karya seni grafis adalah:

  • Sebagai media pemberi informasi
  • Sebagai bagian atau bentuk dari promosi produk
  •  Sebagai alat persuasif dalam suatu kampanye
  • Sebagai penghias atau instrumen tambahan dalam suatu karya 
  • Sebagai karya seni pelengkap suatu objek

Selasa, 28 November 2023

PERSIAPAN DAN KISI - KISI SOAL PENILAIAN AKHIR SEMESTER GANJIL SBK 2023 KELAS 9

 Hari/Tanggal : Jum'at, 01 Desember 2023

Kelas : 9A - 9D






Assalamualaikum.Wr.Wb.

Kepada siswa siswi kelas 9A - 9D,  silahkan pesiapkan diri kalian untuk mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil  pada hari Jum'at, 01 Desember 2023 dengan mempelajari materi - materi yang sudah dipelajari pada blog ini.
berikut ini adalah kisi - kisi Ujian Penilaian Akhir Semester Ganjil SBK Kelas 9 :



SENI LUKIS

Materi :
  • Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Aliran Seni Lukis
  • Tema dan Komponen Seni Lukis
  • Alat dan Bahan Berkarya Seni Lukis
  • Jenis Lukisan, Tehnik dan Bahan yang Digunakan, dan Prosedur  Berkarya Seni Lukis


SENI PATUNG

Materi :
  • Pengertian, Fungsi, Bentuk, dan Jenis Patung
  • Bahan, Alat, Tehnik, dan Praktik Berkarya Seni Patung


SENI MUSIK

Materi :
  • Jenis Penampilan Vokal Solo / Tunggal, Materi Vokal
  • Tehnik Vokal, Penampilan Vokal Solo
  • Konsep Menyajikan Lagu Secara Vokal Grup
  • Latihan Mengembangkan Ornamentasi Lagu Populer secara Vokal Grup


SENI TARI

Materi :
  • Tari Kreasi
  • Unsur Pendukung dari Tari Kreasi


KEEP SPIRIT .......
SEMANGAT SELALU ......





Rabu, 22 November 2023

KELAS 9 KD 3.2 - 4.2 SENI TARI : UNSUR PENDUKUNG TARI KREASI

 DENTITAS :

Hari/Tanggal : Kamis, 23  November 2023

Mapel : SBK

Kelas : 9C, 9D

Materi : Tari Kreasi

KD : 3.1 dan 4.1


Tari sebagai bentuk seni merupakan pertunjukan yang mengarah pada estetika manusia. Keindahan dalam tari hadir demi suatu kepuasan, kebahagiaan, dan harapan batin manusia, sebagai pencipta, penari, atau penikmatnya. Pertunjukan tidak hanya menampilkan serangkaian gerak yang tertata baik, rapi, dan indah, melainkan dilengkapi berbagai unsur pendukung tari. 

Unsur-unsur pendukung dalam tari yaitu 

·        iringan (musik)

·        tata busana (kostum),

·        tata rias

·        tempat

·        tata lampu

·        tata suara (sound)

 

Musik dan tari merupakan tidak dapat dipisahkan satu. Musik dalam tari memiliki 3 aspek dasar yang berkaitan dengan tubuh dan kepribadian manusia, yaitu melodi, ritme, dan dramatik. 

 

Sumber melodi dapat kita ketahui rangkaian nada, Ritme adalah degupan dari musik yang ditandai dengan aksen/tekanan yang diulang-ulang secara teratur, dramatik adalah suara yang dapat memberikan suasana tertentu. Contohnya  Tari Uncul yang diiringi musik sampyong. Musik sampyong terbuat dari bambu. 

 

Properti adalah semua peralatan yang digunakan untuk pementasan tari. Properti tari dapat digunakan untuk memberikan keindahan bentuk pada pertunjukan tari agar garapan tari terlihat lebih sempurna. 

Penggunaan properti tari harus mempertimbangkan jenis, fungsi, dan ketepatan dalam menggunakan properti tari dengan baik dan benar. Hal ini karena dalam penggunaan properti tari perlu penguasaan dan keterampilan dari seorang penari. 

Kualitas penguasaan dan keterampilan dari seorang penari atas properti tari yang digunakan menjadi salah satu teknik tari yang dibutuhkan dalam format garapan tari yang berkualitas. Properti tari banyak ragam, bentuk, dan fungsinya. 

Berikut contoh Tari Uncul dari Betawi menggunakan properti tari berupa kayu panjang : 



Berikut contoh Tari Cokek Onde-Onde menggunakan properti tari selendang : 

 


Busana dan tata rias pada seni tari berperan mendukung pertunjukan tari. Aksesoris adalah bagian dari busana. Busana dan tata rias sebagai sarana pembantu, artinya bahwa tanpa tata rias atau hanya dengan gerak dan busana saja, maka suatu pertunjukan tari telah terjadi. 

Tata busana atau pakaian adalah segala sesuatu yang dikenakan atau melekat dengan seorang penari. Busana penari merupakan sarana pembantu yang berperan mendukung perwujudan tari. Busana tari dapat dikelompokkan ke dalam lima bagian, yaitu : 

1.   Pakaian dasar 

2.   Pakaian kaki atau sepatu 

3.   Pakaian tubuh 

4.   Pakaian kepala 

5.   Perlengkapan-perlengkapan

 

Tata rias dan busana tari kreasi begitu terbuka terhadap perubahan. Hal tersebut berbeda dengan tata rias dan busana tari tradisi dengan desain yang baku. Penggunaan tata rias dan busana tari kreasi bebas sesuai dengan karakter atau keinginan koreografer (penyusun tari). 

Seni pertunjukan memerlukan tempat atau ruangan guna menyelenggarakan pertunjukan tari. Di Indonesia, kita dapat mengenal bentuk-bentuk tempat pertunjukan (pentas), seperti lapangan terbuka atau arena terbuka, di pendapa dan bentuk panggung proscenium. Panggung proscenium adalah panggung yang penonton hanya dapat melihat dari sisi depan saja.

Pada tempat terbuka, pertunjukan tari diselenggarakan di halaman. Pertunjukan tari tradisional di lingkungan rakyat sering digelar di lapangan terbuka. Dalam kalangan bangsawan, pertunjukan kesenian diadakan di pendapa, yaitu suatu bangunan yang berbentuk joglo dan bertiang pokok empat, tanpa penutup pada sisi-sisinya. 

Berikut contoh Pementasan drama tari Ramayana yang diadakan di halaman Candi Prambanan yang merupakan bentuk pentas terbuka : 

 


Berikut contoh Pertunjukan Tari Klasik di Kraton Yogyakarta yang merupakan bentuk pentas pendapa : 

 


Berikut contoh Pagelaran Tari Lenggang Nyai dan Musik Gambang Kromong di Gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki merupakan bentuk panggung proscenium : 

 




Tata lampu dan tata suara sebagai unsur pelengkap pertunjukan tari berfungsi untuk kesuksesan pergelaran. Penataan lampu dikatakan berhasil jika dapat memberi kontribusi terhadap objek yang ada dalam pentas, sehingga semua yang ada di pentas nampak hidup dan mendukung pertunjukan tari. 

Dalam penataan suara, dikatakan berhasil jika dapat menjadi jembatan komunikasi antara pertunjukan dengan penontonnya. Artinya, penonton bisa mendengar dengan baik dan jelas tanpa gangguan apapun sehingga terasa nyaman. 

Berikut contoh Pementasan drama Tari Ramayana yang diadakan di halaman Candi Prambanan dengan lighting dari sisi kanan dan kiri panggung : 

 


 

Agar lebih memahami gerak tari kreasi, lakukan gerak tari kreasi dengan menggunakan unsur pendukung sebagai berikut : 

1.   Motif 1, gerak berjalan menuju sawah : 

 


 

2.   Motif 2, gerak memetik padi : 

 


3.   Motif 3, gerak membawa hasil panen : 

 


 

4.   Motif 4, gerak menikmati hasil panen :