Rabu, 01 November 2023

KELAS 9 KD 3.2 - 4.2 SENI MUSIK : LAGU POPULER DALAM SAJIAN VOKAL GRUP

 DENTITAS :

Hari/Tanggal :  Kamis, 9 November 2023

Mapel : SBK

Kelas : 9C, 9D

Materi : Konsep Menyajikan Lagu Secara Vokal

KD : 3.2 dan 4.2

3.2   Memahami teknik penambahan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk kelompok vokal


4.2 Mengembangkan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk kelompok vokal



Konsep Menyajikan Lagu Secara Vokal Grup

Vokal grup adalah bentuk penyajian vokal yang lebih ekspresif dibandingkan paduan suara, karena dalam menyajikan vokal grup kita akan lebih mementingkan aspek keselarasan nada yang enak didengar dan lebih ekspresif, bukan berupa partitur lengkap seperti aransemen lagu untuk kelompok paduan suara (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 58).

Menyajikan lagu secara vokal grup akan menuntut kita agar dapat berkreasi (kreatif) dalam memberikan variasi vokal yang menambah manis komposisi lagunya. Tidak jarang semua anggota vokal grup harus mampu melakukan improvisasi yang membuat lagu lebih menggugah namun tidak berlebihan pula sehingga mengubah keaslian lagu. Untuk dapat lebih mengenal tentang vokal grup, ada baiknya kita perhatikan hal-hal berikut ini.

Ciri-ciri vokal grup

Terdapat beberapa ciri khas yang membuat vokal grup berbeda dari cara menyanyi lainnya (termasuk perbedaannya dengan paduan suara). Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 58) ciri-ciri vokal grup adalah sebagai berikut.

1.     Vokal grup terdiri dari beberapa penyanyi, biasanya terdiri dari 3 hingga 10 orang.

2.     Aransemen vokalnya bebas dan dalam membawakan lagu sebuah vokal grup lebih dapat ekspresif, misalnya dengan memberikan gerakan yang sesuai untuk menunjang makna lagu.

3.     Menggunakan improvisasi yang dominan.

4.     Vokal grup dapat diiringi musik atau tidak diiringi musik (acapella).

Aransemen Vokal

Selain ciri-ciri umum vokal grup di atas, salah satu ciri khas utama dari aransemen vokal grup adalah aransemen vokalnya. Sajian vokal grup yang langsung menyita perhatian adalah adanya aransemen lagu yang tentunya akan berbeda dari melodi aslinya. Aransemen lagu ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Mencari melodi utama

Mencari melodi utama atau pokok dari lagu yang telah dipilih. Sumbernya dapat diambil dari format file digital lagu seperti mp3, youtube, spoitify, CD, atau partitur lagu.

2. Mencari akor atau harmoni

Mencari akor atau harmoni lagu dapat ditemukan dengan bantuan alat musik seperti piano atau gitar. Eksplorasi akor dapat dilakukan dengan menggunakan nada dasar suatu aliran musik tertentu yang populer.

3. Memecah suara

Untuk dapat memecah suara, diperlukan sedikit pengetahuan tentang akor, misalnya lagu dalam tangga nada Do=C susunan solmisasinya sebagai berikut:

Tingkatan nada

1

2

3

4

5

6

7

8

Nama notasi

C

D

E

F

G

A

B

C’

Solmisasi

Do

Re

Mi

Fa

Sol

La

Si

Do

Akor yang digunakan dalam lagu Do = C berasal dari rangkaian nada di atas, setiap notasi akan menjadi not 1 dan untuk not 3 dan 5 dihitung secara berurutan dan jika dijabarkan sesuai dengan rumusan 1 3 5, maka susunan nada pada akornya sebagai berikut.

Notasi

Sifat Akor

Akor
Do = C

Solmisasi Nada

1

2

3

C

Mayor

C

Do

Mi

Sol

D

Minor

Dm

Re

Fa

La

E

Minor

Em

Mi

Sol

Si

F

Mayor

F

Fa

La

Do

G

Mayor

G

Sol

Si

Re

A

Minor

Am

La

Do

Mi

B

Diminished

Bm

Si

Re

Fa

Setelah itu, dapat dilakukan memecah suara dengan acuan nada-nada yang harmoni sesuai akornya.

4. Memberi nada untuk setiap suara

Tahapan ini adalah kelanjutan dari poin di atas, yaitu untuk memberikan not pada setiap suara. Misalnya, dalam vokal grup akan dibagi 3 suara, maka nada sudah tersedia berdasarkan akor yang dapat dilihat di tabel di atas.

Sebagai contoh, akan dibuat vokal grup wanita dengan susunan 3 suara yaitu S, MS, dan A ((Sopran (S), mezo sopran 2 (MS), dan alto (A)). Jika melodi pokok atau utama lagu ada di sopran 1, maka sopran 2 dan alto tinggal menggunakan nada yang belum digunakan di akor tersebut sesuai dengan ketinggian nadanya.

S

Do (melodi utama)

Ms

Mi

A

Sol (digunakan sol rendah)

Contoh pembagian suara untuk vokal grup pria adalah Tenor, Bariton, dan Bass. Proses pembuatan aransemen vokalnya hampir sama langkahnya dengan vokal grup wanita di atas.

Tenor

Do (melodi utama)

Bariton

Mi

Bass

Sol (digunakan sol rendah)

5. Improvisasi lagu

Selanjutnya kita harus mengemas sajian vokal grup lebih menarik, yaitu dengan membuat variasi nada pada melodi lagu di beberapa bagian saja dengan catatan pengembangan nada atau variasi nadanya harus tetap berjalan di akor yang sama.

Variasi lainnya dapat dilakukan pula dengan cara menambahkan, misalnya intro dan akhir lagu yang menarik. Hal ini sangat tergantung pada kreativitas anggota vokal grup. Oleh karena itu, agar kita mampu melakukan improvisasi yang baik diperlukan usaha untuk memperbanyak perbendaharaan variasi nada dan improvisasi lagu dengan banyak mendengarkan karya vokal grup yang terkenal dan bagus.

Selasa, 24 Oktober 2023

KELAS 9 KD 3.1 - 4.1 SENI MUSIK : MENYANYIKAN LAGU SECARA SOLO/TUNGGAL

 DENTITAS :

Hari/Tanggal : Kamis, 26  Oktober 2023

Mapel : SBK

Kelas : 9C, 9D

Materi : Tehnik Vokal, Penampilan

KD : 3.1 dan 4.1

3.1   Memahami teknik pengembangan ornamentasi melodis dan ritmis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal


4.1 Mengembangkan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal




Teknik Vokal

Warna suara atau timbre dan wilayah nada mungkin salah satu bekal awal yang kuat bagi seorang penyanyi. Namun sejatinya menyanyi juga merupakan suatu keterampilan dan membutuhkan teknik yang baik. Seseorang yang bernyanyi dengan menggunakan teknik vokal yang benar akan menghasilkan suara yang baik dan layak didengar.

Teknik vokal tidak hanya menyangkut cara menyanyi saja, namun meliputi sikap yang baik dan pengaturan pernafasan yang efektif pula. Menurut Tim Kemdikbud (2017, 45-48) berikut adalah beberapa teknik vokal yang harus diperhatikan ketika bernyanyi.

1. Sikap Bernyanyi

Bernyanyi yang baik harus diawali dengan sikap bernyanyi yang baik pula, karena sikap berdiri yang baik ini dapat memaksimalkan tenaga untuk bernyanyi. Berikut ini cara berdiri yang baik pada saat bernyanyi.

1.     Badan tegak dan rileks, kaki dibuka sedikit.

2.     Berat badan bertumpu di kedua kaki dengan seimbang.

3.     Dada dibusungkan tapi tetap rileks.

4.     Pandangan lurus ke depan.

5.     Posisi tangan rileks di samping kiri kanan.





2. Pernapasan Diafragma

Pernapasan yang dianjurkan digunakan pada saat bernyanyi yaitu pernapasan diafragma. Di dalam diafragma ini, terdapat otot yang jika terus dilatih dengan olah napas akan menjadi lebih kuat sehingga dapat memperpanjang durasi keluarnya napas kita pada saat bernyanyi. Otot diafragma ini juga dapat menjadi sumber tenaga yang besar untuk mencapai nada tinggi dan menambah tenaga, pada saat bernyanyi.

Jika pada saat bernyanyi olah pernapasan dan sumber tenaga bermuara di diafragma, maka suara juga akan lebih bulat dan bening. Selain itu, tenggorokkan kita tidak akan terasa sakit dan mudah lelah. Berikut ini tahapan berlatih olah pernapasan diafragma.

1.     Ambil napas melalui hidung atau mulut, bayangkan seperti mencium bau parfum dengan lembut, lalu udara langsung masuk ke ruang diafragma dan seketika otot diafragma akan mendesak ke bagian depan dan seluruh udara menyebar di diafragma sampai ke samping dan bagian belakangnya.

2.     Tahan napas tersebut kira-kira 5 detik, rasakan benar otot diafragma makin kencang.

3.     Lalu, keluarkan napas tersebut dengan lembut, mengeluarkan suara desis halus dan rata sambil dihitung berapa detik siswa dapat menghabiskan napas dengan desis tersebut. Suara desis ini bisa diganti dengan suara menyerupai lebah misalnya zzzz… atau tiupan ffffff…. yang penting keluarnya udara rata dan stabil.

4.     Ulangi beberapa kali latihan di atas sambil berupaya agar banyaknya hitungan desis yang dikeluarkan semakin banyak setiap kali berlatih. Semakin bertambah durasinya, berarti kekuatan otot diafragma siswa pun bertambah kuat.

Setelah terbiasa melakukan olah pernapasan seperti di atas, mulailah untuk memproduksi suara pada saat bernyanyi dengan sumber tenaga dari kekuatan otot diafragma.



3. Resonansi

Dalam bernyanyi, seseorang harus dapat menggemakan suara dengan cara menempatkan sumber suara agar suara lebih keras pada saat dikeluarkan dan sampai kepada pendengar. Proses menggemakan suara ini disebut dengan resonansi.

Terdapat 3 (tiga) jenis resonansi atau tempat memantulkan sumber bunyi sesuai fungsinya, yaitu:

1.     Resonansi Dada,
yang memantulkan sumber bunyi pada bagian dada akan menghasilkan suara rendah. Jika akan memproduksi suara yang rendah, hendaklah menggunakan resonansi dada agar nada rendah dapat dicapai dengan tepat dan halus.

2.     Resonansi Hidung,
memantulkan sumber bunyi pada bagian wajah seputar hidung yaitu meliputi tulang rahang mulut sampai ke pipi, akan menghasilkan suara sedang yang tepat dan halus. Selain itu juga, kerja tenggorokkan tidak terlalu berat dan tidak mudah lelah. Suara yang dihasilkan pun akan terdengar lebih bening dan bersih.

3.     Resonansi Kepala,
Memantulkan sumber bunyi pada bagian kepala akan menghasilkan suara tinggi dan halus. Untuk dapat menghasilkan nada-nada tinggi yang tepat dan halus, resonansi kepala ini harus juga disokong dengan kerja otot diafragma yang maksimal juga. Jangan sekali-kali memaksakan memproduksi suara tinggi di tenggorokkan, karena sudah pasti nadanya tidak akan sampai dengan tepat, suara tidak bening dan akan terasa sakit di tenggorokkan, dan jika hal ini sering dilakukan maka akan merusak kualitas pita suara.




4. Artikulasi dan Gerak Mulut

Bernyanyi yang baik tidak bisa terlepas dari pengucapan kata-kata yang ada pada lirik lagu dengan jelas. Oleh karena itu, selalu gunakan artikulasi yang baik dengan cara melakukan gerakan mulut yang tepat. Setiap lirik harus diucapkan dengan jelas atau justru mungkin dapat diartikulasikan lebih singkat agar lebih terdengar ringan oleh pendengar.



5. Phrasering/Pengalimatan

Phrasering atau pengalimatan (tidak baku: pengkalimatan) merupakan teknik vokal yang mengatur tentang pengelompokan kalimat di mana vokalis dapat mengambil napas pada setiap jeda antarkalimat. Pengalimatan ini hendaknya dilakukan sebelum memulai bernyanyi, beri tanda pada jeda antarkalimat sehingga ketika saat kita bernyanyi, kita dapat mengambil napas yang sesuai dengan makna lagu.

6. Ekspresi (Mimik dan Gestur)

Pada saat bernyanyi, hendaknya siswa memberikan ekspresi sesuai dengan tema lagu. Dengan begitu, makna lagu akan lebih mudah diterima oleh pendengar. Ekspresi meliputi mimik wajah dan gestur atau gerak tubuh.






Penampilan

Coba perhatikan tayangan konser seorang penyanyi di TV, Youtube atau lebih baik lagi secara langsung di sebuah panggung yang besar dan observasi/teliti bagaimana penampilan mereka. Dapat dipastikan seorang penyanyi yang profesional akan mempersiapkan penampilan mereka mulai dari baju atau kostum yang digunakan, gaya rambut, sepatu, asesoris, dan riasan wajah yang akan disesuaikan dengan tema acara, tema lagu, dan tempat yang menjadi tempat tampil untuk bernyanyi. Hal ini dilakukan agar pertunjukkan menyanyi mereka akan lebih indah dilihat dan meninggalkan kesan yang kuat pada audiens.









Senin, 09 Oktober 2023

KISI - KISI SOAL PENILAIAN TENGAH SEMESTER GANJIL KELAS 9 SENI BUDAYA

Hari / Tgl PTS : Kamis, 12 Oktober 2023

Kelas : 9A, 9B, 9C, 9D



Assalamualaikum.Wr.Wb.

Kepada siswa siswi kelas 9,  silahkan pesiapkan diri kalian untuk mengikuti Penilaian Tengah Semester Ganjil dengan mempelajari materi - materi yang sudah dipelajari pada blog ini.
berikut ini adalah kisi - kisi  Latihan Ujian Sekolah SBK Kelas 9:

BAB 1 : SENI LUKIS
  • Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Aliran Seni Lukis
  • Tema dan Komponen Seni Lukis
  • Alat dan Bahan Berkarya Seni Lukis
  • Jenis Lukisan, Tehnik dan Bahan yang Digunakan, dan Prosedur Melukis
BAB 2 : SENI PATUNG
  • Pengertian, Fungsi, Bentuk, dan Jenis Patung
  • Bahan, Alat, Tehnik, dan Praktik Berkarya Seni Patung
BAB 3 : SOLO SONG
  • Jenis Penampilan Vokal Solo / Tunggal, Materi Vokal
  • Tehnik Vokal, Penampilan
  • Latihan Improvisasi Lagu Secara Solo/Tunggal

Keep Spirit...👍👍😍😍

Fighting..... 👍👍😍😍