Hari/Tanggal : Selasa, 6 Febuari 2024
Mapel : SBK
Kelas : 9A, 9B
Materi : - Pengertian, Fungsi dan Tujuan Pameran
- Perencanaan Pameran
- Tahapan Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa
- Evaluasi Pameran
KD : 3.4 dan 4.4
Pameran dipimpin/
dikoordinir oleh kurator yang berperan menentukan arah dan tujuan pameran,
memberi materi pameran, dan mengoleksi karya yang akan dipamerkan.
Karya seni rupa yang
bisa dipamerkan yaitu : Lukisan, Patung, Kriya, Tekstil dan sebagainya.
Berdasarkan jenis karyanya, pameran ada 2 yaitu :
1. Pameran Homogen : hanya memamerkan satu
jenis karya saja, misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran kriya,
pameran seni grafis, dan sebagainya. Contoh pameran homogen :
2. Pameran Heterogen : memamerkan
berbagai macam jenis karya seni, misalnya pameran seni rupa yang menampilkan
lukisan, patung, kriya, batik, grafis, dan sebagainya. Contoh pameran heterogen
:
Berdasar jumlah peserta, pameran ada 2 yaitu :
1.
Pameran Tunggal : pameran yang
dilaksanakan perorangan, hasil karya yang dipamerkan merupakan karya seni satu
orang saja
2.
Pameran Kelompok : pameran yang diikuti
peserta lebih dari satu, beberapa orang/anggota suatu kelompok, misalnya
kelompok kelas 9 SMP, kelompok mahasiswa, kelompok kekerabatan, dan sebagainya.
Berdasar tempat pelaksanaan, pameran ada 2 yaitu :
1.
Pemeran di dalam ruangan (indoor)
: pameran
dengan setting tertutup, penyelenggarannya harus memperhatikan penataan, unsur
cahaya, dan sirkulasi pengunjung.
2.
Pameran di luar ruang (outdoor)
: penyelenggaraan
pameran ini untuk karya-karya yang tahan terhadap suhu ruang terbuka, contohnya
patung batu, meskipun bisa juga pameran lukisan atau keramik.
Fungsi Pameran di Sekolah sebagai :
1.
Media penampilan jati diri siswa
2.
Sarana peningkatan daya ekspresi bagi siswa
3.
Media memperluas cakrawala pengetahuan seni
4.
Media komunikasi antarsiswa dengan apresiator
5.
Sarana perangsang kreativitas siswa dalam berkarya seni
6.
Wahana pemunculan ide, aliran, dan jenis seni rupa baru bagi
siswa
Kepanitiaan pameran ada 2 yaitu :
- 1. Panitia Pengarah (Steering Committee) : bertugas memberi arahan, nasihat, dan petunjuk kepada panitia pelaksana dalam menjalankan tugasnya
- 2. Panitia Pelaksana (Organizing Committee) : bertugas melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan dan bertanggung jawab atas kegiatan yang telah direncanakan dari awal sampai akhir
Rencana kerja adalah rencana kegiatan
yang akan dilaksanakan dari awal sampai akhir dalam pameran. Rencana kerja
perlu disusun agar semua kegiatan dan langkah kerja panitia terprogram dengan
baik. Rencana kerja tertuang dalam sebuah rumusan yang disebut proposal.
Proposal adalah rencana kerja yang
disusun secara sistematis dan rinci untuk kegiatan formal, merupakan usulan
kegiatan yang perlu dukungan/persetujuan pihak lain. Proposal disusun oleh
ketua pelaksana, wakil ketua, sekretaris dan bendahara pameran, disusun
berdasar pertimbangan, arahan, ataupun petunjuk oleh pembina.
Jadwal kerja adalah urutan kegiatan yang berhubungan dengan waktu pelaksanaan suatu rencana kegiatan. Jadwal kegiatan dibuat setelah rencana kerja dari setiap seksi terkumpul.
Jadwal kerja disusun
oleh sekretaris yang mengacu pada konsep ketua, ditulis dan dipasang di ruang
panitia agar mudah diketahui dan dilaksanakan sesuai dengan tugas
masing-masing.
Perencanaan pameran yang
baik harus mencakup tentang : Materi, Kelengkapan, Tempat penyelenggaraan,
Publikasi, Waktu penyelenggaraan, Dekorasi, Anggaran kegiatan dan
Kepanitiaan
Tahap penyelenggaraan Pameran
Persiapan Penyelenggaraan Pameran :
1.
Publikasi kegiatan baik melalui siaran radio, spanduk,
selebaran, undangan, maupun yang lainnya
2.
Mengadakan seleksi terhadap karya yang dikumpulkan
3.
Menyediakan perlengkapan pameran yang meliputi sketsel, papan
panel, meja, label karya, buku tamu, tanaman hias, sound system, dan sebagainya
4.
Menyiapkan ruang pameran
5.
Menyusun acara pembukaan dan penutupan
6.
Penataan Ruang Kegiatan :
·
Mendekorasi ruang pameran
·
Memajang karya seni rupa yang akan dipamerkan pada tempat yang
sesuai
·
Menempel label karya pada setiap benda seni dengan data yang
komplit yang meliputi nama pembuat/pencipta, asal sekolah/ kelas, judul karya
seni, jenis karya seni, bahan yang digunakan, dan teknik yang digunakan
·
Mengatur alur transportasi pengunjung
·
Memasang meja dan kursi penerima tamu/informasi dan tempat untuk
meletak buku pesan-kesan
·
Memasang lampu sorot di tempat yang membutuhkan
·
Pelaksanaan :
1.
Susunan acara pembukaan
2.
Pembawa acara/MC
3.
Pengarah acara
4.
Penempatan petugas jaga stan
5.
Buku tamu dan buku pesan-kesan
6.
Penampilan hiburan penyerta
7.
Pengadaan dokumentasi
8.
Upacara penutupan
9.
Kepanitiaan Pameran
Berikut contoh penataan dan ruang sirkulasi
pameran :
Evaluasi pameran ada 2
yaitu : 1). Evaluasi proses, adalah evaluasi mulai perencanaan pameran
sampai proses kegiatan 2). Evaluasi hasil, adalah hasil yang diperoleh secara
keseluruhan dari kegiatan pameran.
Evaluasi bertujuan untuk
mengetahui hambatan yang dihadapi oleh setiap seksi, cara mengatasi persoalan
yang ada dan mengetahui keadaan keuangan pada kegiatan yang dilaksanakan. Hasil
evaluasi dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan pada pameran
selanjutnya.
Manfaat evaluasi yaitu Memberikan umpan balik bagi panitia
maupun pihak lain dan Sebagai tolok ukur atas keberhasilan suatu kegiatan
Evaluasi dilaksanakan setelah kegiatan pameran selesai. Panitia
diberi waktu yang cukup untuk menyiapkan laporan tentang hal yang telah
dikerjakan, meliputi :
1.
Sistem Kerja : dimulai
dari persiapan sampai akhir, evaluasi dari seluruh rangkaian kegiatan, yang
meliputi cara kerja tiap personal, pengorganisasian kerja, kerja sama
antarpanitia maupun antarseksi
2.
Pembiayaan : laporan
pertanggungjawaban bendahara terhadap dana yang masuk dan keluar. Perlu
dicermati bahwa dana yang keluar sesuai rencana anggaran yang telah ditetapkan
3.
Personalia Kepanitiaan
: informasi tentang masing-masing anggota panitia mengelola pameran, menyangkut
tanggung jawab, penguasaan, dan ketepatan antara bidang tugas dengan keahlian
yang dimiliki. Penilaian terhadap figur personalia sangat penting pada
kesempatan mendatang.
4.
Bentuk Pameran :
mengevaluasi bentuk pameran yang telah selesai dilaksanakan sudah sesuai dengan
maksud, tujuan, dan tema yang telah ditetapkan
5.
Pelaksanaan Pameran :
meliputi jalannya acara, banyak penonton/pengunjung, dan banyaknya hasil karya
seni yang dipamerkan. Hal tersebut sebagai bahan perbaikan di masa mendatang
6.
Laporan dari
masing-masing seksi : laporan ini sangat penting, yang diwakili oleh
koordinator dari masing-masing seksi.
Laporan tersebut berisi kedisiplinan setiap anggota seksi,
tanggung jawabnya terhadap bidang tugas masing-masing, kendala dalam
melaksanakan tugas dan cara mengatasinya.
Dari
laporan-laporan tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk pelaksanaan
pameran pada masa mendatang dengan lebih baik.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar