Senin, 25 September 2023

KELAS 9 KD 3.2 - 4.2 SENI PATUNG : BAHAN, ALAT, TEHNIK, DAN PRAKTIK BERKARYA SENI PATUNG

  DENTITAS :

Hari/Tanggal : Selasa, 26 September 2023

Mapel : SBK

Kelas : 9A, 9B

Materi : Bahan, Alat, Tehnik, dan Praktik Berkarya Seni Patung

KD : 3.2 dan 4.2

3.2   Memahami prosedur berkarya seni patung dengan berbagai bahan dan teknik


4.2 Membuat karya seni patung dengan berbagai bahan dan teknik


BAHAN UNTUK MEMBUAT PATUNG

Jenis bahan untuk membuat patung sangat beragam, secara umum jenis tersebut dibedakan menjadi 3 jenis :

1.       Bahan lunak

Tanah liat, lilin, sabun, gips

2.       Bahan Sedang

Kayu randu, kayu mahoni, kayu waru

3.       Bahan Keras

Batu marmer, batu granit, batu andesit, kayu jati, kayu ulin, kayu sonokeling, tulang, tanduk

4.       Bahan Cor

Bahan cair, serbuk/tidak padat namun dapat menjadi keras dalam waktu tertentu (semen, pasir, gips, logam, emas, timah, bahan kimia : resin, fiber)

 

ALAT MEMBUAT PATUNG

Peralatan yang diperlukan sesuai dengan bahan dan teknik yang digunakan.

1.       Pahat

Digunakan untuk media sedang/keras untuk memahat/mengurangi bahan keras sehingga membentuk objek yang diinginkan. Pahat terbuat dari bahan keras dan tajam, dengan mata pisau.

2.       Butsir

Semacam pisau/alat sudip untuk mengukir bahan lunak. Butsir terbuat dari bahan kayu atau mata logam yang tumpul/kawat.

3.       Alat las

Digunakan untuk bahan logam, las ini berfungsi untuk menggabungkan

4.       Meja putar

Meja yang berwujud bundar dan dapat berputar ke segala arah. Meja putar ini berfungsi untuk melihat dan mengontrol pada proses pembuatan patung dari berbagai arah tanpa harus bergerak mengitari patung

5.       Palu

Terbuat dari kayu ataupun logam yang digunakan untuk memukul pahat

6.       Tang

Beberapa patung yang menggunakan kawat maka tang dibutuhkan untuk membengkokkan dan meluruskan 


TEKNIK MEMBUAT PATUNG

1.       Teknik Pahat

Teknik mengurangi bahan keras

2.       Teknik Butsir

Teknik menambah atau mengurangi bahan lunak

3.       Teknik Las

Membuat dengan cara menggabungkan bahan logam dan merakitnya menjadi bentuk tertentu.

4.       Teknik Cor

Diawali dengan membuat cetakan terlebih dahulu, kemudian membuat adonan cor untuk dituangkan ke dalam cetakan, sehingga menghasilkan bentuk sesuai bentuk cetakan. Biasanya terbuat dari bahan logam yang dilelehkan

5.       Teknik Cetak.

Seperti teknik cor, diawali membuat cetakan. Bahan tidak dibuat adonan, tetapi menggunakan bahan lunak yang langsung dijepit menggunakan cetakan bivalve yang memiliki dua sisi seperti kerang

TAHAPAN PEMBUATAN PATUNG

Dalam berkarya seni patung, tetap berpedoman pada unsur dan prinsip seni rupa. Untuk mengingatkan kembali bahwa unsur seni rupa sudah ada pada materi bab 1 “SENI LUKIS”.

Unsur seni rupa yang digunakan pada proses berkarya seni patung adalah : garis, bentuk, tekstur, gelap terang, dan warna. 

Sedangkan prinsip yang digunakan pada berkarya patung adalah : kesatuan, keseimbangan, keselarasan, perspektif, proporsi, irama, komposisi, dan pusat perhatian.

Setelah mengingat kembali tentang unsur dan prinsip seni rupa yang akan menjadi pedoman dalam berkarya patung, maka tahapan berikutnya adalah langkah-langkah berkarya patung, yang disesuaikan dengan alat, bahan dan teknik yang digunakan.

1.       Bahan tanah liat

  • a.     Siapkan tanah liat secukupnya
  • b.     Tekan, dan banting secara berulang agar gelembung udara di dalam tanah liat keluar dan tanah liat menjadi padat
  • c.      Bentuk sesuai dengan objek dengan cara memijit dan menekannya
  • d.     Gunakan pisau kecil/butsir/sudip untuk menyelesaikan bentuk objeknya
  • e.      Keringkan patung di tempat teduh agar tidak retak

 

2.       Bahan kayu/batu

  • a.     Menyiapkan kayu dan gambar objek patung
  • b.     Memindahkan pola gambar objek pada kayu
  • c.      Membuat bentuk global sesuai pola gambar objek dengan menggunakan pahat
  • d.     Rapikan bentuk detail patung bentuk dengan menggunakan amplas
  • e.      Finishing pewarnaan menggunakan cat atau melamin

 

3.       Bahan gips

  • a.     Membuat pola gambar objek patung
  • b.     Buat adonan gips dengan cara mencampur bubuk gips dengan air
  • c.      Tuang adonan pada wadah yang disesuaikan dengan objek yang akan dibuat patung, biarkan adonan mengeras
  • d.     Lepaskan adonan yang telah mengeras dari wadahnya
  • e.      Pola gambar objek patung disiapkan pada gips padat
  • f.       Bentuk gips padat sesuai pola gambar dengan cara memahat/membutsir
  • g.     Rapikan detail dengan amplas
  • h.     Finishing dengan warna/cat

 

4.       Bahan Tepung

  • a.     Siapkan pola gambar objek patung
  • b.     Membuat adonan tepung beras, tepung terigu dan tepung kanji diaduk menjadi satu hingga merata
  • c.      Tambahakan lem kayu pada adonan tepung, aduk hingga menjadi seperti lilin
  • d.     Memahat bentuk lilin dengan sedetail mungkin
  • e.      Sentuhan akhir dengan pewarnaan

Rabu, 30 Agustus 2023

KELAS 9 KD 3.2 - 4.2 SENI PATUNG : PENGERTIAN, FUNGSI, BENTUK, DAN JENIS PATUNG

 DENTITAS :

Hari/Tanggal : Kamis, 31 Agustus 2023

Mapel : SBK

Kelas : 9C, 9D

Materi : Pengertian, Fungsi, Bentuk, dan Jenis Patung

KD : 3.2 dan 4.2

3.2   Memahami prosedur berkarya seni patung dengan berbagai bahan dan teknik


4.2 Membuat karya seni patung dengan berbagai bahan dan teknik



PENGERTIAN

Patung dalam bahasa Inggris disebut Sculpture. Seni patung adalah karya seni yang diciptakan dengan membentuk bahan bervolume atau mempunyai ruang dengan cara menambah bahan atau mengurangi bahan. Patung mempunyai panjang, lebar dan tinggi sehingga membentuk volume dan dapat dilihat dari berbagai arah atau sering dikenal dengan istilah tiga dimensi

 

JENIS PATUNG 

Patung dibedakan berdasarkan bentuknya :

1.       Patung Figuratif

Objek yang dibuat berupa tiruan dari bentuk alam/makhluk hidup (manusia, tumbuhan, hewan), dengan dibuat sedemikian menyerupai bentuk aslinya.

                      Gambar : Raden Inten

2.       Patung Non-Figuratif

Objek yang dibuat tidak meniru alam, bentuknya tidak nyata/tidak menyerupai bentuk aslinya dan bersifat abstrak. Biasanya hanya menampilkan garis, lekukan/bagian tertentu dari suatu objek

Sumber : https://kiamedia.my.id/

3.       Deformatif

Bentuk patung yang mengalami banyak perubahan dari bentuk aslinya (bentuk aslinya diubah menjadi bentuk baru berdasarkan imajinasi pembuatnya)


BENTUK PATUNG

Patung dibedakan berdasarkan displaynya :

1.       Zonde Bosse

Merupakan bentuk patung yang berdiri sendiri, tidak menempel pada bagian apapun

2.       Relief

Merupakan patung yang menempel pada permukaan dinding, biasanya berisi suatu cerita


Patung berdasar fisiknya

1.       Lengkap

Patung yang menampilakan seluruh bagian tubuh (manusia/hewan).

2.       Torso

Patung yang hanya menampilan bagian badan saja (dada, pinggang dan pinggul), tidak memiliki bagian tangan, kaki dan kepala.

3.       Dada

Patung yang memiliki setengah bagian badan (kepala hingga bagain dada saja)

4.       Kepala

Patung yang hanya menampilkan bagian kepala sampai leher saja



FUNGSI PATUNG

1.       Patung Dekorasi

Berfungsi memperindah suatu ruangan (dalam/luar ruangan)

2.       Patung Monumen

Dibuat mengenang jasa tokoh/kelompok tertentu (pahlawan/peristiwa bersejarah)

3.       Patung Kerajinan

Dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang diminati (kebutuhan yang tidak spesifik)

4.       Patung Arsitektur

Menunjang/melengkapi konstruksi suatu bangunan 

5.       Patung Seni

Dibuat untuk kepentingan estetis/keindahan.

6.       Patung Religi

Digunakan sebagai sarana beribadah


Minggu, 13 Agustus 2023

KELAS 9 KD 3.1 - 4.1 SENI LUKIS : JENIS LUKISAN, TEHNIK DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN, DAN PROSEDUR BERKARYA SENI LUKIS

 

DENTITAS :

Hari/Tanggal : Selasa, 15 Agustus 2023

Mapel : SBK

Kelas : 9A, 9B

Materi : Jenis Lukisan, Tehnik dan Bahan yang Digunakan, dan Prosedur 

             Berkarya Seni Lukis

KD : 3.1 dan 4.1

3.1     Memahami unsur, prinsip, teknik, dan prosedur berkarya seni lukis dengan berbagai bahan,

4.1 Membuat karya seni lukis dengan berbagai bahan dan teknik.


 Jenis Lukisan Berdasarkan Teknik dan Bahan yang Digunakan


Beberapa teknik yang digunakan dalam melukis antara lain :


1. Mozaik

Teknik mozaik adalah teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca yang berwarna warni pada dinding atau lain sehingga membentuk objek tertentu. Bahan yang dapat digunakan antara lain pecahan keramik, porselen, potongan kertas atau dapat pula batu yang berwarna warni. Mozaik yang memakai potongan potongan kayu sebagai bahan lukisannya disebu intersia.

2. Lukisan Kaca

Merupakan teknik lukisan kaca yang meggunakan kaca, timah, kuningan dan tembaga sebagai penyambungnya sehingga membentuk lukisan. Teknik lukisan ini pertama kali dikembangkan pada zaman Gothic di Eropa sebagai bagian dari arsitektur.Sedangkan di Indonesia, lukisan kaca ini awalnya berkembang sebagai seni industri rumah tangga di Cirebon, Jawa Barat.

3. Lukisan Cat Minyak (Plakat)

Menggunakan media kanvas, cat yang digunakan biasanya dikemas dalam bentuk tube timah dalam bentuk pasta sehingga mudah digunakan. Dalam pemakaiannya, car terlebih dahulu dicampur dengan lijn-olie. 

4. Lukisan Cat Air (Aquarel)

Teknik Aquarel adalah melukis dengan sapuan warna tipis sehingga hasilnya transparan, media yang digunakan adalah kertas.

5. Lukisan Acrylic

Lukisan jenis acrylic adalah lukisan dengan bahan yang disebut acrylic, yang menghasilkan warna warna cerah dan menyala. Lukisan jenis ini sering digunakan untuk berbagai eksperimen seperti sepatu, tas, dsb.

6. Lukisan Batik

Lukisan batik tekniknya hampir sama dengan tata cara membatik, yaitu dengan menutupi permukaan kain dengan lilin atau malam batik. Kain yang tertutup lilin inilah yang membentuk titik garis bidang ataupun ruang sebelum jadi sebuah gambar dan hasil akhir dicelup ke larutan pewarna.




Teknik Berkarya Seni Melukis

Proses atau langkah dalam melukis, yaitu :

1. Memunculkan Gagasan

Untuk memunculkan gagasan kreatif, bisa didapatkan dari apa yang kita lihat dari sekeliling kita, misalnya dengan :

  • Megembangkan imajinasi, apa yang kita pikirkan atau dari pengalaman orang lain
  • Melihat objek secara langsung, misalnya pasar, pantai, atau pegunungan
  • Melihat dari buku, majalah atau internet serta dokumen lain tentang lukisan
  • Mengunjungi museum atau kegiatan seni lukis di sekitar

 

2. Membuat Sketsa

Sketsa adalah gambar awal yang akan dijadikan atau dibuat lukisan. Sketsa biasanya hanya berupa goresan global tidak mendetail dari sketsa yang kita buat akan tergambar apa yang akan kita ungkapkan.

3. Menentukan Media Berkarya (Bahan dan Alat)

Media dan alat yang dapat digunakan dalam melukis antara lain :

  • Menggunakan kertas seperti kertas karton, manila, padalarang atau hanya kertas hvs
  • Menggunakan media yang lebar seperti tembok. dinding, atau papan
  • Menggunakan media alternatif seperti kaca, cangkang telur atau permukaan benda pakai/kerajinan
  • Menggunakan cat minyak, cat akrilik, cat tembok, crayon atau pastel

 

4. Menentukan Teknik

Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam melukis, antara lain :

  • Teknik aquarel (warna transparan)
  • Teknik plakat (warna tebal)
  • Teknik goresan ekspresif dengan menggunakan jari, kuas atau palet
  • Teknik tebal dan bertekstur (bertekstur warna)
  • Teknik timbul (mozaik)

 

5. Mewarnai dan Menyempurnakan Lukisan

Menyempurnakan/menyelesaikan lukisan sketsa yang telah dibuat yaitu dengan :

a.     Mewarnai sketsa dengan goresan tipis pada objek pokok (positif) dan latar belakangnya (negatif)

b.    Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penyinaran (spot light), penegasan dan penentuan gelap terang



Prosedur Berkarya Seni Lukis

Setelah mempelajari lembar kegiatan peserta didik 5 jenis lukisan teknik dan bahan yang digunakan, pada kegiatan belajar kali ini, kita akan belajar prosedur berkarya seni lukis. Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan jika kalian melukis. Proses atau langkah dalam melukis antara lain sebagai berikut:

 

1.  Memunculkan Gagasan

Untuk memunculkan gagasan kreatif, bisa didapatkan dari apa yang kita lihat di sekeliling kita misalnya dengan:

a.     Mengembangkan imajinasi, apa yang kita pikirkan atau dari pengalaman orang lain.

b.     Melihat objek secara langsung, misalnya pasar, pantai, atau pegunungan.

c.      Melihat dari buku, majalah, internet, serta dokumen lain tentang lukisan.

d.     Mengunjungi museum atau kegiatan seni lukis di sekitar.

Ide dan gagasan di atas kita olah lagi menjadi sebuah sketsa yang menarik.

 

2.  Membuat Sketsa

Sketsa adalah gambar awal yang akan dijadikan atau dibuat lukisan. Sketsa biasanya hanya berupa goresan global tidak mendetail.

 

3.  Menentukan Media Berkarya (Bahan dan Alat)

Media yang digunakan dapat berupa kertas, kanvas, tripleks, dan media alternatif seperti kaca, dan cangkang telur. Untuk pewarna dapat berupa cat minyak, cat air, cat akrilik, cat tembok, pensil warna, dan krayon.

 

4.  Menentukan Teknik

Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam melukis, diantaranya: teknik aquarel (warna transparan), teknik plakat (warna tebal), dan teknik goresan ekspresif dengan menggunakan jari, kuas, atau pisau palet.

  

5.  Mewarnai dan Menyempurnakan Lukisan

Tahap terakhir adalah menyempurnakan/menyelesaikan lukisan yang dibuat dengan mewarnai. Dalam mewarnai perlu memperhatikan penerapan gelap terang.