DENTITAS :
Hari/Tanggal : Kamis, 7 Maret 2024
Mapel : SBK
Kelas : 9A, 9B, 9C, 9D
Materi : Latihan Ujian Sekolah
SILABUS : SENI RUPA DAN SENI MUSIK
DENTITAS :
Hari/Tanggal : Kamis, 7 Maret 2024
Mapel : SBK
Kelas : 9A, 9B, 9C, 9D
Materi : Latihan Ujian Sekolah
SILABUS : SENI RUPA DAN SENI MUSIK
Hari/Tanggal : Selasa, 27 Febuari 2024
Mapel : SBK (SENI MUSIK)
Kelas : 9A, 9B
Materi : - Jenis Lagu Populer
- Gaya Bernyanyi Lagu Populer
- Latihan bernyanyi Lagu Populer dengan Gaya yang Tepat
KD : 3.3 dan 4.3
Jenis lagu pop merupakan jenis lagu yang memiliki banyak
pendengar. Hal itu karena lagu ini sangatlah mudah diterima oleh masyarakat
luas. Lagu-lagu pop yang berkembang saat ini bersifat komersial dan
berkeinginan untuk memiliki daya tarik massa. Lagu pop di Indonesia banyak
disajikan oleh penyanyi solo, grup band dan girl band atau boy
band.
Tema lagu pop biasanya membahas kejadian kehidupan sehari-hari
yang dirangkai dengan melodi dan lirik yang mudah dipahami atau easy
listening. Dalam menciptakan lagu pop, biasanya pencipta lagu akan
tertarik mengangkat tema-tema yang sedang menjadi topik pembicaraan oleh
masyarakat luas sehingga diharapkan nanti karya lagunya mudah melejit.
enis musik jazz ini merupakan jenis musik yang juga berkembang di Indonesia,
walaupun pendengarnya tidak terlalu banyak, apalagi jika dibandingkan dengan
lagu pop. Kebanyakan pendengarnya dari kalangan ekonomi menengah ke atas,
mungkin hal ini disebabkan karena lagu-lagu jazz ini sering dimainkan di cafe
atau tempat makan yang digandrungi oleh kalangan menengah ke atas pula.
Namun yang membuat jas
menjadi salah satu jenis lagu populer adalah nadanya yang mudah ditangkap
ketika mendengarkannya. Pada lagu jazz, vokal sering menirukan suara instrumen,
dan suara penyanyinya biasanya mempunyai karakter vokal yang berat,
harmonisasinya terdengar rumit, dan sering terjadi modulasi atau perubahan
tangga nada dalam sebuah lagu dan ritme serta melodinya memiliki banyak
variasi.
Berbeda dengan lagu pop yang komersial sehingga dibuat semuda
mungkin, jazz masih tetap mempertahankan kualitas dan ketangkasan para pemusik
dan vokalisnya. Mungkin nadanya mudah untuk terngiang-ngiang dan membuat
pendengarnya “merinding”. Namun nada yang kompleks serta banyak ketukan yang
dinamis membuat jenis lagu ini sulit untuk dimainkan.
Jenis lagu rock ini identik dengan suara yang kencang dengan permainan
efek gitar yang menggelegar, bass drum yang dimainkan dengan tempo yang cepat
dan kelompok pendengarnya yang ekspresif. Lirik lagu yang disampaikan lagu
jenis rock ini adalah ekspresif dan mengajak pendengarnya selalu bersemangat.
Musik dangdut merupakan musik yang pendengarnya banyak di
Indonesia ini, pendengarnya pun beragam berasal dari semua kalangan masyarakat
Indonesia. Lagu dangdut yang biasanya diiringi kendang dan seruling terdengar
mengalun dan mengajak orang yang mendengarnya ikut bergoyang. Setiap penyanyi
dangdut juga mempunyai ciri pada gaya jogetnya.
Menyanyikan lagu populer dapat dikatakan memiliki keluwesan gaya
jika dibandingkan dengan menyanyi lagu tradisi. Gaya bernyanyi musik populer
pada dasarnya tidak terlalu banyak aturannya, hanya sebatas pada penguasaan
teknik vokal dan pembiasaan mengikuti irama lagunya.
Sering mendengarkan dan menikmati irama dari jenis lagu yang
akan dibawakan ini akan membuat penyanyi mudah menguasai lagu yang akan
dinyanyikan. Begitu pula dengan pendengarnya yang akan membuatnya semakin
memiliki ikatan terhadap lagu. Apalagi jika liriknya sangat mendekati
keseharian pendengarnya.
Seseorang yang jarang mendengarkan lagu dangdut, tentu akan
kesulitan untuk menyanyikan lagu dangdut dengan cengkok yang baik. Namun, bagi
seseorang yang sejak kecil terbiasa mendengarkan irama dan lagu dangdut,
biasanya lebih mudah mengikuti cengkok dengan baik.
Begitu pula dengan jenis lagu populer lain, misalnya lagu jazz yang akan
mudah diikuti apabila telinga penyanyinya terbiasa mendengarkan irama dan
harmoni lagu-lagu jazz. Untuk jenis lagu rock sang penyanyi haruslah powerful
dan ekspresif karena kebanyakan lagu rock memiliki irama musik yang bersemangat.
Satu lagi jenis musik
populer yaitu lagu pop biasanya dinyanyikan dengan lebih santai dan tidak
menonjol, penyanyi pop pun biasanya tampil dengan gaya yang disesuaikan dengan
tema lagu dan tidak berlebihan. Bernyanyi lagu jenis apa pun haruslah
menampilkan mimik muka dan ekspresi yang sesuai dan mewakili makna lirik lagu
yang dibawakan.
Sebelum memulai latihan bernyanyi lagu populer dengan gaya yang
tepat, kita dapat melakukan latihan pemanasan vokal terlebih dahulu:
1. Berdiri
dengan rileks, kedua kaki dibuka selebar bahu kemudian berat badan bertumpu
seimbang di kedua kaki kita.
2. Lakukan
pelemasan badan sebisanya, sampai badan terasa lebih rileks lagi.
3. Ambil
napas dari hidung kemudian tahan selama 5 detik lalu keluarkan napas dengan
suara seperti desis ular “shss…”, lakukan berulang selama 3 kali putaran.
4. Lanjutkan
dengan vokalisi atau pemanasan vokal.
5. Barulah
mulai untuk membedah lagu yang telah kita pilih. Sesuaikan gaya bernyanyi
dengan makna lagu, suasana lagu dan iramanya (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 193).
Selanjutnya membawakan lagu populer cukup dengan mengikuti
intuisi saja. Mengapa? karena lagu jenis ini akan dengan mudah merasuki diri
kita. Melalui berlatih dengan mengulangnya berkali-kali maka kita akan mampu
menguasainya.
Hari/Tanggal : Selasa, 6 Febuari 2024
Mapel : SBK
Kelas : 9A, 9B
Materi : - Pengertian, Fungsi dan Tujuan Pameran
- Perencanaan Pameran
- Tahapan Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa
- Evaluasi Pameran
KD : 3.4 dan 4.4
Pameran dipimpin/
dikoordinir oleh kurator yang berperan menentukan arah dan tujuan pameran,
memberi materi pameran, dan mengoleksi karya yang akan dipamerkan.
Karya seni rupa yang
bisa dipamerkan yaitu : Lukisan, Patung, Kriya, Tekstil dan sebagainya.
1. Pameran Homogen : hanya memamerkan satu
jenis karya saja, misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran kriya,
pameran seni grafis, dan sebagainya. Contoh pameran homogen :
2. Pameran Heterogen : memamerkan
berbagai macam jenis karya seni, misalnya pameran seni rupa yang menampilkan
lukisan, patung, kriya, batik, grafis, dan sebagainya. Contoh pameran heterogen
:
1.
Pameran Tunggal : pameran yang
dilaksanakan perorangan, hasil karya yang dipamerkan merupakan karya seni satu
orang saja
2.
Pameran Kelompok : pameran yang diikuti
peserta lebih dari satu, beberapa orang/anggota suatu kelompok, misalnya
kelompok kelas 9 SMP, kelompok mahasiswa, kelompok kekerabatan, dan sebagainya.
1.
Pemeran di dalam ruangan (indoor)
: pameran
dengan setting tertutup, penyelenggarannya harus memperhatikan penataan, unsur
cahaya, dan sirkulasi pengunjung.
2.
Pameran di luar ruang (outdoor)
: penyelenggaraan
pameran ini untuk karya-karya yang tahan terhadap suhu ruang terbuka, contohnya
patung batu, meskipun bisa juga pameran lukisan atau keramik.
1.
Media penampilan jati diri siswa
2.
Sarana peningkatan daya ekspresi bagi siswa
3.
Media memperluas cakrawala pengetahuan seni
4.
Media komunikasi antarsiswa dengan apresiator
5.
Sarana perangsang kreativitas siswa dalam berkarya seni
6.
Wahana pemunculan ide, aliran, dan jenis seni rupa baru bagi
siswa
Rencana kerja adalah rencana kegiatan
yang akan dilaksanakan dari awal sampai akhir dalam pameran. Rencana kerja
perlu disusun agar semua kegiatan dan langkah kerja panitia terprogram dengan
baik. Rencana kerja tertuang dalam sebuah rumusan yang disebut proposal.
Proposal adalah rencana kerja yang
disusun secara sistematis dan rinci untuk kegiatan formal, merupakan usulan
kegiatan yang perlu dukungan/persetujuan pihak lain. Proposal disusun oleh
ketua pelaksana, wakil ketua, sekretaris dan bendahara pameran, disusun
berdasar pertimbangan, arahan, ataupun petunjuk oleh pembina.
Jadwal kerja adalah urutan kegiatan yang berhubungan dengan waktu pelaksanaan suatu rencana kegiatan. Jadwal kegiatan dibuat setelah rencana kerja dari setiap seksi terkumpul.
Jadwal kerja disusun
oleh sekretaris yang mengacu pada konsep ketua, ditulis dan dipasang di ruang
panitia agar mudah diketahui dan dilaksanakan sesuai dengan tugas
masing-masing.
Perencanaan pameran yang
baik harus mencakup tentang : Materi, Kelengkapan, Tempat penyelenggaraan,
Publikasi, Waktu penyelenggaraan, Dekorasi, Anggaran kegiatan dan
Kepanitiaan
1.
Publikasi kegiatan baik melalui siaran radio, spanduk,
selebaran, undangan, maupun yang lainnya
2.
Mengadakan seleksi terhadap karya yang dikumpulkan
3.
Menyediakan perlengkapan pameran yang meliputi sketsel, papan
panel, meja, label karya, buku tamu, tanaman hias, sound system, dan sebagainya
4.
Menyiapkan ruang pameran
5.
Menyusun acara pembukaan dan penutupan
6.
Penataan Ruang Kegiatan :
·
Mendekorasi ruang pameran
·
Memajang karya seni rupa yang akan dipamerkan pada tempat yang
sesuai
·
Menempel label karya pada setiap benda seni dengan data yang
komplit yang meliputi nama pembuat/pencipta, asal sekolah/ kelas, judul karya
seni, jenis karya seni, bahan yang digunakan, dan teknik yang digunakan
·
Mengatur alur transportasi pengunjung
·
Memasang meja dan kursi penerima tamu/informasi dan tempat untuk
meletak buku pesan-kesan
·
Memasang lampu sorot di tempat yang membutuhkan
·
Pelaksanaan :
1.
Susunan acara pembukaan
2.
Pembawa acara/MC
3.
Pengarah acara
4.
Penempatan petugas jaga stan
5.
Buku tamu dan buku pesan-kesan
6.
Penampilan hiburan penyerta
7.
Pengadaan dokumentasi
8.
Upacara penutupan
9.
Kepanitiaan Pameran
Berikut contoh penataan dan ruang sirkulasi
pameran :
Evaluasi pameran ada 2
yaitu : 1). Evaluasi proses, adalah evaluasi mulai perencanaan pameran
sampai proses kegiatan 2). Evaluasi hasil, adalah hasil yang diperoleh secara
keseluruhan dari kegiatan pameran.
Evaluasi bertujuan untuk
mengetahui hambatan yang dihadapi oleh setiap seksi, cara mengatasi persoalan
yang ada dan mengetahui keadaan keuangan pada kegiatan yang dilaksanakan. Hasil
evaluasi dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan pada pameran
selanjutnya.
Manfaat evaluasi yaitu Memberikan umpan balik bagi panitia
maupun pihak lain dan Sebagai tolok ukur atas keberhasilan suatu kegiatan
Evaluasi dilaksanakan setelah kegiatan pameran selesai. Panitia
diberi waktu yang cukup untuk menyiapkan laporan tentang hal yang telah
dikerjakan, meliputi :
1.
Sistem Kerja : dimulai
dari persiapan sampai akhir, evaluasi dari seluruh rangkaian kegiatan, yang
meliputi cara kerja tiap personal, pengorganisasian kerja, kerja sama
antarpanitia maupun antarseksi
2.
Pembiayaan : laporan
pertanggungjawaban bendahara terhadap dana yang masuk dan keluar. Perlu
dicermati bahwa dana yang keluar sesuai rencana anggaran yang telah ditetapkan
3.
Personalia Kepanitiaan
: informasi tentang masing-masing anggota panitia mengelola pameran, menyangkut
tanggung jawab, penguasaan, dan ketepatan antara bidang tugas dengan keahlian
yang dimiliki. Penilaian terhadap figur personalia sangat penting pada
kesempatan mendatang.
4.
Bentuk Pameran :
mengevaluasi bentuk pameran yang telah selesai dilaksanakan sudah sesuai dengan
maksud, tujuan, dan tema yang telah ditetapkan
5.
Pelaksanaan Pameran :
meliputi jalannya acara, banyak penonton/pengunjung, dan banyaknya hasil karya
seni yang dipamerkan. Hal tersebut sebagai bahan perbaikan di masa mendatang
6.
Laporan dari
masing-masing seksi : laporan ini sangat penting, yang diwakili oleh
koordinator dari masing-masing seksi.
Laporan tersebut berisi kedisiplinan setiap anggota seksi,
tanggung jawabnya terhadap bidang tugas masing-masing, kendala dalam
melaksanakan tugas dan cara mengatasinya.
Dari
laporan-laporan tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk pelaksanaan
pameran pada masa mendatang dengan lebih baik.