IDENTITAS :
Hari / Tanggal : Jum'at, 11 Oktober 2024
A. SEJARAH DAN KONSEP RAGAM HIAS
Ragam hias atau yang juga dikenal ornamen merupakan bentuk karya seni yang telah berkembang sejak zaman prasejarah. Ragam hias yang banyak ditemui di Indonesia banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti lingkungan, flora dan fauna, serta kebudayaan yang dimiliki oleh masing-masing daerah.
Ragam hias terbentuk karena adanya naluri atau insting manusia untuk menghias. Faktor lain yang membuat munculnya ragam hias adalah kebutuhan masyarakat, baik yang bersifat praktis maupun yang terkait dengan kepercayaan atau agama.
Ragam hias yang ada memiliki makna simbolis karena mengandung nilai budaya yang terdapat di masyarakat pendukungnya.
Menggambar ragam hias dapat dilakukan dengan stilasi (pengayaan) dengan menyederhanakan bentuk objek yang menjadi sumbernya dengan mempertimbangkan keindahan. Selain itu, bentuk ragam hias juga disesuaikan dengan fungsinya.
B. JENIS - JENIS / MOTIF RAGAM HIAS
Motif yang terdapat pada ragam hias adalah bentuk flora, fauna, manusia, serta bentuk geometris. Bentuk tersebut dapat diterapkan pada media dua atau pun tiga dimensi.
Berikut ini adalah penjelasan tentang motif ragam hias.
1. Motif Flora
Dapat dijumpai hampir di seluruh wilayah Indonesia. Ragam hias dengan motif flora mudah dijumpai pada barang seni seperti batik, ukiran, kain, sulam, kain tenun, dan border.
2. Motif Fauna
Hewan-hewan seperti burung, gajah, cicak, ikan, dan ayam merupakan motif yang banyak ditemukan. Motif hewan dapat digabung dengan motif hias flora ataupun geometris.
Ragam hias bentuk fauna dapat dijadikan untuk memperkenalkan kearifan suatu daerah, seperti burung cendrawasih di Papua, komodo di Nusa Tenggara Timur, dan gajah di Lampung.
Motif ragam hias fauna dapat ditemui pada batik, ukiran, sulaman, anyaman, tenun, serta kain border.
3. Motif Geometris
Merupakan motif hias yang dikembangkan dari bentuk-bentuk geometris lalu dibentuk sesuai dengan selera serta imajinasi pembuatnya. Ragam hias geometris dapat dijumpai di seluruh wilayah Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Ragam hias geometris dapat dibuat dengan menggabungkan bentuk geometris ke dalam satu motif ragam hias.
4. Motif Figuratif / Manusia
Ragam hias figuratif berupa objek manusia yang digambarkan dengan mendapatkan penggayaan bentuk. Ragam hias figuratif biasa terdapat pada bahan tekstil atau pun bahan kayu yang proses pembuatannya dilakukan dengan cara menggambar.
4. Motif Benda Alam
Motif benda alam mengambil inspirasi dan objek – objek yang ada di alamkemudian di modifikasi bentuknya. Motif – motif ini antara lain air, api, gunung, awan, bulan, bintang, dan bebatuan.
A. BAHAN DAN ALAT MENDESAIN RAGAM HIAS
1. Bahan
Bahan merupakan medium berupa barang atau benda yang digunakan dalam mendesain yang dalam proses penggunaannya habis dalam sekali pakai. Beberapa bahan yang digunakan dalam mendesain ragam hias adalah, cat air, pensil warna, tinta, lilin batik, dan pewarna textile. Bahan yang digunakan sebagai bidang untuk mendesain ragam hias cukup bervariasi jenisnya, antara lain kertas, kanvas, kain, perunggu, batu, dan kayu.
2. Alat
Alat dalam mendesain ragam hias merupakan benda yang dalam proses penggunaannya tidak habisdalam satu kalipakai. Adapun alat – alat tersebut antara lain, kuas, mistar, jangka, pena gambar, canting, pahat, chisel, dan palu pahat.
Untuk lebih jelas lagi, mari kita tonton video berikut ini :
https://youtu.be/6tZbISCoBNA?si=x2xkua6qjUitNyoX










Tidak ada komentar:
Posting Komentar