DENTITAS :
Hari / Tanggal : Kamis, 19 September 2024
BAHAN UNTUK MEMBUAT PATUNG
Jenis bahan untuk membuat patung sangat beragam, secara umum jenis tersebut dibedakan menjadi 3 jenis :
1. Bahan lunak
Tanah liat, lilin, sabun, gips
2. Bahan Sedang
Kayu randu, kayu mahoni, kayu waru
3. Bahan Keras
Batu marmer, batu granit, batu andesit, kayu jati, kayu ulin, kayu sonokeling, tulang, tanduk
4. Bahan Cor
Bahan cair, serbuk/tidak padat namun dapat menjadi keras dalam waktu tertentu (semen, pasir, gips, logam, emas, timah, bahan kimia : resin, fiber)
ALAT MEMBUAT PATUNG
Peralatan yang diperlukan sesuai dengan bahan dan teknik yang digunakan.
1. Pahat
Digunakan untuk media sedang/keras untuk memahat/mengurangi bahan keras sehingga membentuk objek yang diinginkan. Pahat terbuat dari bahan keras dan tajam, dengan mata pisau.
2. Butsir
Semacam pisau/alat sudip untuk mengukir bahan lunak. Butsir terbuat dari bahan kayu atau mata logam yang tumpul/kawat.
3. Alat las
Digunakan untuk bahan logam, las ini berfungsi untuk menggabungkan
4. Meja putar
Meja yang berwujud bundar dan dapat berputar ke segala arah. Meja putar ini berfungsi untuk melihat dan mengontrol pada proses pembuatan patung dari berbagai arah tanpa harus bergerak mengitari patung
5. Palu
Terbuat dari kayu ataupun logam yang digunakan untuk memukul pahat
6. Tang
Beberapa patung yang menggunakan kawat maka tang dibutuhkan untuk membengkokkan dan meluruskan
TEKNIK MEMBUAT PATUNG
1. Teknik Pahat
Teknik mengurangi bahan keras
2. Teknik Butsir
Teknik menambah atau mengurangi bahan lunak
3. Teknik Las
Membuat dengan cara menggabungkan bahan logam dan merakitnya menjadi bentuk tertentu.
4. Teknik Cor
Diawali dengan membuat cetakan terlebih dahulu, kemudian membuat adonan cor untuk dituangkan ke dalam cetakan, sehingga menghasilkan bentuk sesuai bentuk cetakan. Biasanya terbuat dari bahan logam yang dilelehkan
5. Teknik Cetak.
Seperti teknik cor, diawali membuat cetakan. Bahan tidak dibuat adonan, tetapi menggunakan bahan lunak yang langsung dijepit menggunakan cetakan bivalve yang memiliki dua sisi seperti kerang
TAHAPAN PEMBUATAN PATUNG
Dalam berkarya seni patung, tetap berpedoman pada unsur dan prinsip seni rupa. Untuk mengingatkan kembali bahwa unsur seni rupa sudah ada pada materi bab 1 “SENI LUKIS”.
Unsur seni rupa yang digunakan pada proses berkarya seni patung adalah : garis, bentuk, tekstur, gelap terang, dan warna.
Sedangkan prinsip yang digunakan pada berkarya patung adalah : kesatuan, keseimbangan, keselarasan, perspektif, proporsi, irama, komposisi, dan pusat perhatian.
Setelah mengingat kembali tentang unsur dan prinsip seni rupa yang akan menjadi pedoman dalam berkarya patung, maka tahapan berikutnya adalah langkah-langkah berkarya patung, yang disesuaikan dengan alat, bahan dan teknik yang digunakan.
1. Bahan tanah liat
- a. Siapkan tanah liat secukupnya
- b. Tekan, dan banting secara berulang agar gelembung udara di dalam tanah liat keluar dan tanah liat menjadi padat
- c. Bentuk sesuai dengan objek dengan cara memijit dan menekannya
- d. Gunakan pisau kecil/butsir/sudip untuk menyelesaikan bentuk objeknya
- e. Keringkan patung di tempat teduh agar tidak retak
2. Bahan kayu/batu
- a. Menyiapkan kayu dan gambar objek patung
- b. Memindahkan pola gambar objek pada kayu
- c. Membuat bentuk global sesuai pola gambar objek dengan menggunakan pahat
- d. Rapikan bentuk detail patung bentuk dengan menggunakan amplas
- e. Finishing pewarnaan menggunakan cat atau melamin
3. Bahan gips
- a. Membuat pola gambar objek patung
- b. Buat adonan gips dengan cara mencampur bubuk gips dengan air
- c. Tuang adonan pada wadah yang disesuaikan dengan objek yang akan dibuat patung, biarkan adonan mengeras
- d. Lepaskan adonan yang telah mengeras dari wadahnya
- e. Pola gambar objek patung disiapkan pada gips padat
- f. Bentuk gips padat sesuai pola gambar dengan cara memahat/membutsir
- g. Rapikan detail dengan amplas
- h. Finishing dengan warna/cat
4. Bahan Tepung
- a. Siapkan pola gambar objek patung
- b. Membuat adonan tepung beras, tepung terigu dan tepung kanji diaduk menjadi satu hingga merata
- c. Tambahakan lem kayu pada adonan tepung, aduk hingga menjadi seperti lilin
- d. Memahat bentuk lilin dengan sedetail mungkin
- e. Sentuhan akhir dengan pewarnaan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar