Hari / Tanggal : Kamis, 1 Agustus 2024
SEJARAH DAN KONSEP MENGGAMBAR
Kegiatan
menggambar sudah ada selama berabad-abad. Kegiatan ini digunakan untuk
menggambarkan gambar dan mencatat sejarah. Gambar-gambar yang tercatat paling
awal ditemukan di gua-gua, seperti Lascaux di Prancis, dan berasal dari tahun
40.000 SM. Gambar-gambar tersebut menampilkan gambar orang dan berbagai hewan
menggunakan media seperti arang dan oker, pigmen tanah liat yang bervariasi
dari kuning hingga cokelat. Para arkeolog tidak yakin apakah gambar-gambar
tersebut dibuat untuk tujuan komunikasi atau hanya untuk ekspresi. Meskipun
demikian, hal ini membuktikan bahwa manusia berkomunikasi melalui gambar
sebelum kata-kata tertulis.
Berabad-abad kemudian, orang-orang Mesir melakukan praktik yang sama, yaitu menggambar di dinding untuk berkomunikasi. Gambar-gambar yang ditemukan di dinding makam-makam Mesir sejak 3.000 SM. Tidak seperti gambar gua, orang-orang Mesir menggunakan metode menggambar yang lebih rinci dan rumit. Gambar-gambar mereka menampilkan orang-orang dengan mata, hidung, dan mulut, dan mereka sering menggambar gambar mereka dalam bentuk linier untuk menceritakan sebuah kisah. Mereka memiliki beragam pigmen untuk dipilih; oleh karena itu, gambar-gambar mereka lebih berwarna daripada gambar gua. Orang-orang Mesir membuat gambar-gambar ini tidak hanya untuk tujuan komunikasi tetapi juga untuk merekam kehidupan, praktik, dan peristiwa sehari-hari.
Menggambar
merupakan kegiatan menggores pada sebuah permukaan yang melibatkan penglihatan
dan gerakan tangan yang terstruktur. Menggambar hendaknya dilakukan dengan
gerakan tangan halus dan penuh perasaan. Namun dapat juga disesuaikan dengan
suasana hati. Contohnya, saat suasana hati sedang baik, hasil goresan pensil cendrung
tebal dan bervariasi. Adapun saat muncul rasa takut, hasil goresan cendrung
tipis.
Proses
menggambar menuntut objectivitas, baik maupun warna. Secara garis besar bentuk
benda dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu bentuk geometris dan nongeometris. Kedua
bentuk tersebut dapat dilihat pada bentuk dasar flora, fauna, dan alam benda.
UNSUR - UNSUR RUPA
Ada
beberapa unsur pendukung lain agar tercipta suatu karya seni rupa. Beberapa
unsur dalam seni rupa adalah sebagai berikut ini :
1. Titik
Titik merupakan unsur paling kecil dalam suatu karya seni rupa. Titik bisa digunakan untuk menciptakan unsur-unsur lain dengan cara menyusun atau menderet hingga menjadi suatu garis.
Akan tetapi titik juga bisa
digunakan apa adanya tanpa suatu garis. Contohnya adalah penggunaan unsur titik
tanpa adanya unsur garis pada karya seni rupa pointilis. Dimana pada karya
tersebut titik diatur kerapatannya untuk bisa membentuk suatu objek gambar.
2.
Garis
Garis merupakan hubungan antar titik yang bisa menghasilkan suatu guratan serba guna. Guratan dari titik tersebut akan bisa membentuk unsur lain seperti bidang maupun bentuk.
3. Bentuk Atau Volume
Bentuk merupakan unsur yang
selanjutnya. Bisa dibilang jika bentuk adalah salah satu unsur yang bisa
dilihat pada karya seni rupa dua dimensi. Contohnya adalah pada gambar, lukisan,
desain grafis dan sebagainya.
4. Bidang
Bidang adalah unsur yang ketiga. Bidang juga merupakan perkembangan dari bentuk. Secara mudahnya bidang merupakan suatu garis yang ujungnya akan saling bertemu hingga membentuk suatu area tertutup.
Jika pada karya dua dimensi ada bentuk, maka dalam karya seni rupa tiga dimensi ada unsur bidang di dalamnya. Lalu dalam bidang sendiri terhadap beberapa unsur penting seperti panjang, lebar, tinggi hingga kedalaman.
Sebagai
contohnya adalah lingkaran, segi tiga, persegi dan lain sebagainya.
5. Ruang
Ruang merupakan suatu karya karya dua
dimensi yang memiliki sifat semu. Ruang juga masih dibagi menjadi dua yaitu
ruang positif dan ruang negatif. Ruang negatif adalah suatu ruang yang berada
di luar berbagai bidang atau volume.
Sedangkan
untuk ruang positif adalah kebalikannya atau suatu ruang yang berada di dalam
bidang ata volume. Ruang bisa dimanfaatkan agar memberikan kesan-kesan tertentu
pada suatu karya yang dibuat.
Perlu
diketahui juga jika unsur ruang juga cukup subyektif. Hal ini dikarenakan unsur
ruang selalu berkaitan dengan seniman. Adanya unsur ruang juga bisa menciptakan
kesan kedalaman dalam suatu karya.
6.
Gelap Terang
Untuk bisa membuat suatu gambar potret
yang tampak begitu realistis, bukanlah warna yang akan dibuat benar-benar
akurat. Akan tetapi adalah pada bagian gelap dan terang yang akan dibuat akurat
pada gambar potret tersebut.
7. Warna
Warna juga merupakan unsur yang paling
mencolok pada suatu karya seni rupa. Dalam seni rupa, warna secara estetika
terbilang cukup subjektif tergantung dari daya cipta pembuat karya seni.
Akan tetapi
dalam konteks teknikal, unsur warna dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian
pertama adalah warna, artinya adalah warna apa yang akan dihasilkan pada karya
seni rupa tersebut.
Artinya
intensitas warna tersebut bisa berkaitan dengan seberapa kuat dan lemah warna
tersebut dalam sebuah karya.
8. Tekstur
Tekstur adalah
salah satu unsur yang berhubungan dengan interaksi manusia. Karya seni rupa tak
hanya bisa dirasakan secara visual. Namun suatu karya seni rupa juga bisa dirasakan
melalui bentuknya.
Artinya
tekstur juga merupakan suatu permukaan yang bisa terasa ketika diraba. Akan
tetapi pada karya 2D, tentukan merupakan suatu hal semu. Tekstur dalam karya 2D
juga harus tetap bisa memberikan getaran persepsi raba kepada yang melihatnya,
sehingga mereka bisa benar-benar mengerti jika tekstur memang ada dalam karya
2D. Contoh unsur tekstur dalam seni rupa yang bisa dirasakan adalah patung.
Dalam
seni rupa tak hanya memiliki unsur-unsur penting di dalamnya. Namun dalam seni
rupa juga memiliki prinsip-prinsip tersendiri. Dimana prinsip seni rupa
merupakan cara penyusunan dan pengaturan unsurnya sehingga bisa menciptakan
suatu karya seni.
Selain itu
prinsip seni rupa juga bisa disebut sebagai asas seni rupa yang menekankan
beberapa prinsip desain. Beberapa prinsip desain tersebut adalah seperti
kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan, kontras dan juga kejelasan.
Beberapa
prinsip seni rupa akan dijelaskan secara lebih dalam seperti ulasan yang ada di
bawah ini :
1. Prinsip Kesatuan
Kesatuan
menjadi prinsip yang pertama dalam seni rupa. Agar bisa menciptakan kesatuan
dalam seni rupa diperlukan perpaduan hubungan antara semua unsur yang ada di
dalam seni rupa itu sendiri.
Prinsip
kesatuan bisa dicapai dengan beberapa pendekatan. Beberapa pendekatan yang bisa
dilakukan untuk menciptakan suatu kesatuan dalam seni rupa adalah seperti
kesamaan unsur, kemiripan unsur, keselarasan unsur, keterikatan hingga
keterkaitan semua unsur.
2. Prinsip Keseimbangan
Prinsip yang
berikutnya pada seni rupa adalah keseimbangan. Suatu karya yang tidak seimbang
bisa membuat orang yang melihatnya akan mendapatkan kondisi perasaan yang tidak
nyaman. Maka dari itu keseimbangan dalam seni rupa adalah suatu prinsip yang
harus diperhatikan.
Keseimbangan
dalam seni rupa dapat diciptakan dengan cara menjaga kesimetrisan berbagai
macam gambar yang ada. Selain itu keseimbangan dalam seni rupa juga bisa
diciptakan dengan membuat suatu keimbangan yang tak terlihat simetris namun
mampu memberikan keseimbangan secara psikologi.
Contohnya
adalah seperti sedikit warna merah yang bisa memberikan keseimbangan terhadap
penggunaan warna hijau yang begitu banyak.
3. Prinsip Irama
Irama dalam
suatu karya seni rupa bisa diciptakan dari adanya pengulangan unsur yang
dilakukan secara teratur. Prinsip irama bisa terjadi pada suatu karya seni yang
dilakukan pengaturan terhadap unsur garis, raut, warna, tekstur dan gelap terang
secara berulang-ulang.
Pengulangan
unsur secara bergantian juga dapat disebut dengan irama alternatif. Lalu irama
dengan gerakan perubahan ukuran dari besar ke kecil disebut dengan irama
progresif.
Selanjutnya
ada juga irama dengan gerakan mengalun atau flowing secara berkelanjutan dari
kecil ke besar atau sebaliknya. Sedangkan untuk irama repetitif merupakan suatu
irama yang gerakannya adalah pengulangan bentuk, ukuran dan juga warna yang
sama atau monoton.
4. Prinsip Dominasi / Penekanan
Dalam seni
rupa juga terdapat prinsip penekanan atau emphasis. Prinsip penekanan juga bisa
dibilang sebagai point of interest dalam suatu karya seni rupa.
5. Prinsip Kesebandingan / Proposisi
Kontras
merupakan suatu perbedaan yang begitu mencolok dari dua atau lebih unsur yang
berbeda. Sebagai contohnya adalah titik putih dengan objek hitam, lalu bisa
juga tekstur kain dengan tekstur logam.
Selain itu
prinsip kontras juga bisa dijadikan metode untuk membuat suatu penekanan atau
gaya komunikasi yang ironi.
6. Prinsip Keselarasan / Kejelasan
Prinsip
kejelasan merupakan suatu prinsip atau taraf kemudahan suatu karya bisa dimengerti.
Prinsip kejelasan lebih banyak ditemukan pada desain website, desain produk
atau desain interior.
Dilihat dari
beberapa prinsip yang dijelaskan di atas. Bisa dikatakan jika setiap prinsip
yang ada di dalam seni rupa dapat membuat suatu karya seni rupa yang begitu
bagus dan penuh akan keselarasan sekaligus mampu memikat mereka yang
melihatnya.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar