Rabu, 31 Juli 2024

MATERI KELAS 7 SENI RUPA : SEJARAH DAN KONSEP MENGGAMBAR, UNSUR - UNSUR RUPA DAN PRINSIP - PRINSIP KOMPOSISI (BAB 1)

Hari / Tanggal : Kamis, 1 Agustus 2024

Kelas : 7A, 7B, 7C, 7D

Fase : D (SENI RUPA)

Modul : 1

Pertemuan : 1 dan 2

CP : Mengalami ( Experiencing )

TP1 : Mengaitkan dan menjelaskan, dan mempraktekan proporsi, gestur dan ruang elemen seni rupa atau prinsip desain dalam menggambar flora fauna






SEJARAH DAN KONSEP MENGGAMBAR


Kegiatan menggambar sudah ada selama berabad-abad. Kegiatan ini digunakan untuk menggambarkan gambar dan mencatat sejarah. Gambar-gambar yang tercatat paling awal ditemukan di gua-gua, seperti Lascaux di Prancis, dan berasal dari tahun 40.000 SM. Gambar-gambar tersebut menampilkan gambar orang dan berbagai hewan menggunakan media seperti arang dan oker, pigmen tanah liat yang bervariasi dari kuning hingga cokelat. Para arkeolog tidak yakin apakah gambar-gambar tersebut dibuat untuk tujuan komunikasi atau hanya untuk ekspresi. Meskipun demikian, hal ini membuktikan bahwa manusia berkomunikasi melalui gambar sebelum kata-kata tertulis.

Berabad-abad kemudian, orang-orang Mesir melakukan praktik yang sama, yaitu menggambar di dinding untuk berkomunikasi. Gambar-gambar yang ditemukan di dinding makam-makam Mesir sejak 3.000 SM. Tidak seperti gambar gua, orang-orang Mesir menggunakan metode menggambar yang lebih rinci dan rumit. Gambar-gambar mereka menampilkan orang-orang dengan mata, hidung, dan mulut, dan mereka sering menggambar gambar mereka dalam bentuk linier untuk menceritakan sebuah kisah. Mereka memiliki beragam pigmen untuk dipilih; oleh karena itu, gambar-gambar mereka lebih berwarna daripada gambar gua. Orang-orang Mesir membuat gambar-gambar ini tidak hanya untuk tujuan komunikasi tetapi juga untuk merekam kehidupan, praktik, dan peristiwa sehari-hari.

Menggambar merupakan kegiatan menggores pada sebuah permukaan yang melibatkan penglihatan dan gerakan tangan yang terstruktur. Menggambar hendaknya dilakukan dengan gerakan tangan halus dan penuh perasaan. Namun dapat juga disesuaikan dengan suasana hati. Contohnya, saat suasana hati sedang baik, hasil goresan pensil cendrung tebal dan bervariasi. Adapun saat muncul rasa takut, hasil goresan cendrung tipis.

Proses menggambar menuntut objectivitas, baik maupun warna. Secara garis besar bentuk benda dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu bentuk geometris dan nongeometris. Kedua bentuk tersebut dapat dilihat pada bentuk dasar flora, fauna, dan alam benda.

 

UNSUR - UNSUR RUPA

Ada beberapa unsur pendukung lain agar tercipta suatu karya seni rupa. Beberapa unsur dalam seni rupa adalah sebagai berikut ini :

 

1.  Titik

 


Titik merupakan unsur paling kecil dalam suatu karya seni rupa. Titik bisa digunakan untuk menciptakan unsur-unsur lain dengan cara menyusun atau menderet hingga menjadi suatu garis.

Akan tetapi titik juga bisa digunakan apa adanya tanpa suatu garis. Contohnya adalah penggunaan unsur titik tanpa adanya unsur garis pada karya seni rupa pointilis. Dimana pada karya tersebut titik diatur kerapatannya untuk bisa membentuk suatu objek gambar.

 

2.  Garis

 



Garis merupakan hubungan antar titik yang bisa menghasilkan suatu guratan serba guna. Guratan dari titik tersebut akan bisa membentuk unsur lain seperti bidang maupun bentuk.

Seperti hanya dengan titik, garis juga bisa digunakan apa adanya tanpa menjadi suatu bidang ataupun bentuk. Sebagai contohnya adalah sketsa yang hanya memerlukan unsur garis agar bisa membentuk suatu karya. Garis juga bisa digunakan sebagai pengisi gelap terang dengan menggunakan metode arsiran.

 

3. Bentuk Atau Volume

 



 

Bentuk merupakan unsur yang selanjutnya. Bisa dibilang jika bentuk adalah salah satu unsur yang bisa dilihat pada karya seni rupa dua dimensi. Contohnya adalah pada gambar,  lukisan, desain grafis dan sebagainya.

4. Bidang



 

Bidang adalah unsur yang ketiga. Bidang juga merupakan perkembangan dari bentuk. Secara mudahnya bidang merupakan suatu garis yang ujungnya akan saling bertemu hingga membentuk suatu area tertutup.

Jika pada karya dua dimensi ada bentuk, maka dalam karya seni rupa tiga dimensi ada unsur bidang di dalamnya. Lalu dalam bidang sendiri terhadap beberapa unsur penting seperti panjang, lebar, tinggi hingga kedalaman.

Sebagai contohnya adalah lingkaran, segi tiga, persegi dan lain sebagainya.

5. Ruang



Ruang merupakan suatu karya karya dua dimensi yang memiliki sifat semu. Ruang juga masih dibagi menjadi dua yaitu ruang positif dan ruang negatif. Ruang negatif adalah suatu ruang yang berada di luar berbagai bidang atau volume.

Sedangkan untuk ruang positif adalah kebalikannya atau suatu ruang yang berada di dalam bidang ata volume. Ruang bisa dimanfaatkan agar memberikan kesan-kesan tertentu pada suatu karya yang dibuat.

Contohnya adalah penggunaan ruang yang lebih besar di atas suatu karya pemandangan bisa memberikan kesan ketenangan dan juga kemegahan pada langit.

Perlu diketahui juga jika unsur ruang juga cukup subyektif. Hal ini dikarenakan unsur ruang selalu berkaitan dengan seniman. Adanya unsur ruang juga bisa menciptakan kesan kedalaman dalam suatu karya.

6. Gelap Terang



Untuk bisa membuat suatu gambar potret yang tampak begitu realistis, bukanlah warna yang akan dibuat benar-benar akurat. Akan tetapi adalah pada bagian gelap dan terang yang akan dibuat akurat pada gambar potret tersebut.

Ketika bayangan dan cahaya mampu ditangkap dengan begitu akurat. Maka mata kita bisa tertipu karena yang kita lihat sebenarnya merupakan ada dan tidaknya suatu cahaya.

Keberadaan gelap dan terang begitu penting untuk diperhatikan karena mampu membuat suatu karya menjadi lebih seimbang atau tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap.


7. Warna

 


Warna juga merupakan unsur yang paling mencolok pada suatu karya seni rupa. Dalam seni rupa, warna secara estetika terbilang cukup subjektif tergantung dari daya cipta pembuat karya seni.

Akan tetapi dalam konteks teknikal, unsur warna dibagi menjadi beberapa bagian. Bagian pertama adalah warna, artinya adalah warna apa yang akan dihasilkan pada karya seni rupa tersebut.

Lalu ada juga unsur  warna yang memiliki value. Dimana value disini berhubungan dengan gelap atau terangnya suatu warna yang digunakan. Lalu ada juga warna yang memiliki intensitas.

Artinya intensitas warna tersebut bisa berkaitan dengan seberapa kuat dan lemah warna tersebut dalam sebuah karya.


8. Tekstur



 

Tekstur adalah salah satu unsur yang berhubungan dengan interaksi manusia. Karya seni rupa tak hanya bisa dirasakan secara visual. Namun suatu karya seni rupa juga bisa dirasakan melalui bentuknya.

Artinya tekstur juga merupakan suatu permukaan yang bisa terasa ketika diraba. Akan tetapi pada karya 2D, tentukan merupakan suatu hal semu. Tekstur dalam karya 2D juga harus tetap bisa memberikan getaran persepsi raba kepada yang melihatnya, sehingga mereka bisa benar-benar mengerti jika tekstur memang ada dalam karya 2D. Contoh unsur tekstur dalam seni rupa yang bisa dirasakan adalah patung.


PRINSIP - PRINSIP KOMPOSISI

Dalam seni rupa tak hanya memiliki unsur-unsur penting di dalamnya. Namun dalam seni rupa juga memiliki prinsip-prinsip tersendiri. Dimana prinsip seni rupa merupakan cara penyusunan dan pengaturan unsurnya sehingga bisa menciptakan suatu karya seni.

Selain itu prinsip seni rupa juga bisa disebut sebagai asas seni rupa yang menekankan beberapa prinsip desain. Beberapa prinsip desain tersebut adalah seperti kesatuan, keseimbangan, irama, penekanan, kontras dan juga kejelasan.

Beberapa prinsip seni rupa akan dijelaskan secara lebih dalam seperti ulasan yang ada di bawah ini :

 

1. Prinsip Kesatuan



Kesatuan menjadi prinsip yang pertama dalam seni rupa. Agar bisa menciptakan kesatuan dalam seni rupa diperlukan perpaduan hubungan antara semua unsur yang ada di dalam seni rupa itu sendiri.

Prinsip kesatuan bisa dicapai dengan beberapa pendekatan. Beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk menciptakan suatu kesatuan dalam seni rupa adalah seperti kesamaan unsur, kemiripan unsur, keselarasan unsur, keterikatan hingga keterkaitan semua unsur.

 

2. Prinsip Keseimbangan



Prinsip yang berikutnya pada seni rupa adalah keseimbangan. Suatu karya yang tidak seimbang bisa membuat orang yang melihatnya akan mendapatkan kondisi perasaan yang tidak nyaman. Maka dari itu keseimbangan dalam seni rupa adalah suatu prinsip yang harus diperhatikan.

Keseimbangan dalam seni rupa dapat diciptakan dengan cara menjaga kesimetrisan berbagai macam gambar yang ada. Selain itu keseimbangan dalam seni rupa juga bisa diciptakan dengan membuat suatu keimbangan yang tak terlihat simetris namun mampu memberikan keseimbangan secara psikologi.

Contohnya adalah seperti sedikit warna merah yang bisa memberikan keseimbangan terhadap penggunaan warna hijau yang begitu banyak.

 

3. Prinsip Irama



Irama dalam suatu karya seni rupa bisa diciptakan dari adanya pengulangan unsur yang dilakukan secara teratur. Prinsip irama bisa terjadi pada suatu karya seni yang dilakukan pengaturan terhadap unsur garis, raut, warna, tekstur dan gelap terang secara berulang-ulang.

Pengulangan unsur secara bergantian juga dapat disebut dengan irama alternatif. Lalu irama dengan gerakan perubahan ukuran dari besar ke kecil disebut dengan irama progresif.

Selanjutnya ada juga irama dengan gerakan mengalun atau flowing secara berkelanjutan dari kecil ke besar atau sebaliknya. Sedangkan untuk irama repetitif merupakan suatu irama yang gerakannya adalah pengulangan bentuk, ukuran dan juga warna yang sama atau monoton.

 

4. Prinsip Dominasi / Penekanan





Dalam seni rupa juga terdapat prinsip penekanan atau emphasis. Prinsip penekanan juga bisa dibilang sebagai point of interest dalam suatu karya seni rupa.

Menggunakan suatu objek yang memiliki bentuk lebih dominan daripada yang lainnya bisa membuat menarik perhatian khalayak umum untuk bisa melihat karya tersebut hanya dalam sekejap saja.

 

5. Prinsip Kesebandingan / Proposisi



Kontras merupakan suatu perbedaan yang begitu mencolok dari dua atau lebih unsur yang berbeda. Sebagai contohnya adalah titik putih dengan objek hitam, lalu bisa juga tekstur kain dengan tekstur logam.

Selain itu prinsip kontras juga bisa dijadikan metode untuk membuat suatu penekanan atau gaya komunikasi yang ironi.

 

6. Prinsip Keselarasan / Kejelasan





Prinsip kejelasan merupakan suatu prinsip atau taraf kemudahan suatu karya bisa dimengerti. Prinsip kejelasan lebih banyak ditemukan pada desain website, desain produk atau desain interior.

Dilihat dari beberapa prinsip yang dijelaskan di atas. Bisa dikatakan jika setiap prinsip yang ada di dalam seni rupa dapat membuat suatu karya seni rupa yang begitu bagus dan penuh akan keselarasan sekaligus mampu memikat mereka yang melihatnya.


Yuuuuk kita tonton video dibawah ini :



EVALUASI :

Gambarlah sebuah gambar yang mengandung unsur - unsur seni rupa (NIRMANA) !


KESIMPULAN : 

Sebagian besar siswa belum memahami materi yang diberikan pada hari ini dikarenakan masih pertemuan awal, masih diperlukan penjelasan2 yang lebih rinci dan beserta contoh- contoh pada pertemuan selanjutnya.


REFERENSI :

- Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VII, Sugiyanto/ Setyobudi, Penerbit Erlangga, 2022.

- Video :
https://youtu.be/4H_XxCuNzVY?si=cz1drzLmdi7iHtQK


Tidak ada komentar:

Posting Komentar