Minggu, 25 Februari 2024

KELAS 9 KD 3.3 - 4.3 SENI MUSIK : BERNYANYI LAGU POPULER

 Hari/Tanggal : Selasa, 27 Febuari 2024

Mapel : SBK  (SENI MUSIK)

Kelas : 9A, 9B

Materi : - Jenis Lagu Populer

             - Gaya Bernyanyi Lagu Populer

             - Latihan bernyanyi Lagu Populer dengan Gaya yang Tepat

KD : 3.3 dan 4.3

3.3 Memahami konsep, bentuk, dan ciri-ciri musik populer


4.3 Memainkan karya-karya musik populer dengan vokal dan atau alat musik secara individual

Tujuan Pembelajaran :

Siswa diharapkan mampu mendeskripsikan  jenis, gaya bernyanyi lagu populer,  tahapan latihanlagu populer dengan gaya yang tepat serta menyanyikan lagu populer dengan gaya yang tepat.




Jenis Lagu Populer

1. Lagu Pop

Jenis lagu pop merupakan jenis lagu yang memiliki banyak pendengar. Hal itu karena lagu ini sangatlah mudah diterima oleh masyarakat luas. Lagu-lagu pop yang berkembang saat ini bersifat komersial dan berkeinginan untuk memiliki daya tarik massa. Lagu pop di Indonesia banyak disajikan oleh penyanyi solo, grup band dan girl band atau boy band.

Tema lagu pop biasanya membahas kejadian kehidupan sehari-hari yang dirangkai dengan melodi dan lirik yang mudah dipahami atau easy listening. Dalam menciptakan lagu pop, biasanya pencipta lagu akan tertarik mengangkat tema-tema yang sedang menjadi topik pembicaraan oleh masyarakat luas sehingga diharapkan nanti karya lagunya mudah melejit.

MAHALINI

TULUS


2. Lagu Jazz

enis musik jazz ini merupakan jenis musik yang juga berkembang di Indonesia, walaupun pendengarnya tidak terlalu banyak, apalagi jika dibandingkan dengan lagu pop. Kebanyakan pendengarnya dari kalangan ekonomi menengah ke atas, mungkin hal ini disebabkan karena lagu-lagu jazz ini sering dimainkan di cafe atau tempat makan yang digandrungi oleh kalangan menengah ke atas pula.

Namun yang membuat jas menjadi salah satu jenis lagu populer adalah nadanya yang mudah ditangkap ketika mendengarkannya. Pada lagu jazz, vokal sering menirukan suara instrumen, dan suara penyanyinya biasanya mempunyai karakter vokal yang berat, harmonisasinya terdengar rumit, dan sering terjadi modulasi atau perubahan tangga nada dalam sebuah lagu dan ritme serta melodinya memiliki banyak variasi.

Berbeda dengan lagu pop yang komersial sehingga dibuat semuda mungkin, jazz masih tetap mempertahankan kualitas dan ketangkasan para pemusik dan vokalisnya. Mungkin nadanya mudah untuk terngiang-ngiang dan membuat pendengarnya “merinding”. Namun nada yang kompleks serta banyak ketukan yang dinamis membuat jenis lagu ini sulit untuk dimainkan.

ANDIEN

TOMPI


3. Lagu Rock

Jenis lagu rock ini identik dengan suara yang kencang dengan permainan efek gitar yang menggelegar, bass drum yang dimainkan dengan tempo yang cepat dan kelompok pendengarnya yang ekspresif. Lirik lagu yang disampaikan lagu jenis rock ini adalah ekspresif dan mengajak pendengarnya selalu bersemangat.

CANDIL

TANTRI


4. Lagu Dangdut

Musik dangdut merupakan musik yang pendengarnya banyak di Indonesia ini, pendengarnya pun beragam berasal dari semua kalangan masyarakat Indonesia. Lagu dangdut yang biasanya diiringi kendang dan seruling terdengar mengalun dan mengajak orang yang mendengarnya ikut bergoyang. Setiap penyanyi dangdut juga mempunyai ciri pada gaya jogetnya.

AYU TING TING




Gaya Bernyanyi Lagu Populer

Menyanyikan lagu populer dapat dikatakan memiliki keluwesan gaya jika dibandingkan dengan menyanyi lagu tradisi. Gaya bernyanyi musik populer pada dasarnya tidak terlalu banyak aturannya, hanya sebatas pada penguasaan teknik vokal dan pembiasaan mengikuti irama lagunya.

Sering mendengarkan dan menikmati irama dari jenis lagu yang akan dibawakan ini akan membuat penyanyi mudah menguasai lagu yang akan dinyanyikan. Begitu pula dengan pendengarnya yang akan membuatnya semakin memiliki ikatan terhadap lagu. Apalagi jika liriknya sangat mendekati keseharian pendengarnya.

Seseorang yang jarang mendengarkan lagu dangdut, tentu akan kesulitan untuk menyanyikan lagu dangdut dengan cengkok yang baik. Namun, bagi seseorang yang sejak kecil terbiasa mendengarkan irama dan lagu dangdut, biasanya lebih mudah mengikuti cengkok dengan baik.

Begitu pula dengan jenis lagu populer lain, misalnya lagu jazz yang akan mudah diikuti apabila telinga penyanyinya terbiasa mendengarkan irama dan harmoni lagu-lagu jazz. Untuk jenis lagu rock sang penyanyi haruslah powerful dan ekspresif karena kebanyakan lagu rock memiliki irama musik yang bersemangat.

Satu lagi jenis musik populer yaitu lagu pop biasanya dinyanyikan dengan lebih santai dan tidak menonjol, penyanyi pop pun biasanya tampil dengan gaya yang disesuaikan dengan tema lagu dan tidak berlebihan. Bernyanyi lagu jenis apa pun haruslah menampilkan mimik muka dan ekspresi yang sesuai dan mewakili makna lirik lagu yang dibawakan.

MELLY GOESLOW


Latihan Bernyanyi Lagu Populer dengan Gaya yang Tepat

Sebelum memulai latihan bernyanyi lagu populer dengan gaya yang tepat, kita dapat melakukan latihan pemanasan vokal terlebih dahulu:

1.     Berdiri dengan rileks, kedua kaki dibuka selebar bahu kemudian berat badan bertumpu seimbang di kedua kaki kita.

2.     Lakukan pelemasan badan sebisanya, sampai badan terasa lebih rileks lagi.

3.     Ambil napas dari hidung kemudian tahan selama 5 detik lalu keluarkan napas dengan suara seperti desis ular “shss…”, lakukan berulang selama 3 kali putaran.

4.     Lanjutkan dengan vokalisi atau pemanasan vokal.

5.     Barulah mulai untuk membedah lagu yang telah kita pilih. Sesuaikan gaya bernyanyi dengan makna lagu, suasana lagu dan iramanya (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 193).

Selanjutnya membawakan lagu populer cukup dengan mengikuti intuisi saja. Mengapa? karena lagu jenis ini akan dengan mudah merasuki diri kita. Melalui berlatih dengan mengulangnya berkali-kali maka kita akan mampu menguasainya.



Senin, 05 Februari 2024

KELAS 9 KD 3.4 - 4.4 SENI RUPA : PAMERAN

 Hari/Tanggal : Selasa, 6 Febuari  2024

Mapel : SBK 

Kelas : 9A, 9B

Materi : - Pengertian, Fungsi dan Tujuan Pameran

             - Perencanaan Pameran

             - Tahapan Penyelenggaraan Pameran Seni Rupa

             - Evaluasi Pameran

KD : 3.4 dan 4.4

3.4   Memahami prosedur penyelenggaraan pameran karya seni rupa


4.4 Menyelenggarakan pameran seni rupa

Tujuan Pembelajaran :

Diharapkan siswa dapat memahami dan dapat menyelenggarakan pameran karya seni rupa






Pameran dipimpin/ dikoordinir oleh kurator yang berperan menentukan arah dan tujuan pameran, memberi materi pameran, dan mengoleksi karya yang akan dipamerkan. 

Karya seni rupa yang bisa dipamerkan yaitu : Lukisan, Patung, Kriya, Tekstil dan sebagainya.

Berdasarkan jenis karyanya, pameran ada 2 yaitu : 

1. Pameran Homogen : hanya memamerkan satu jenis karya saja, misalnya pameran lukisan, pameran patung, pameran kriya, pameran seni grafis, dan sebagainya. Contoh pameran homogen : 

 

2. Pameran Heterogen : memamerkan berbagai macam jenis karya seni, misalnya pameran seni rupa yang menampilkan lukisan, patung, kriya, batik, grafis, dan sebagainya. Contoh pameran heterogen : 

Berdasar jumlah peserta, pameran ada 2 yaitu : 

1.    Pameran Tunggal : pameran yang dilaksanakan perorangan, hasil karya yang dipamerkan merupakan karya seni satu orang saja

2.    Pameran Kelompok : pameran yang diikuti peserta lebih dari satu, beberapa orang/anggota suatu kelompok, misalnya kelompok kelas 9 SMP, kelompok mahasiswa, kelompok kekerabatan, dan sebagainya.

Berdasar tempat pelaksanaan, pameran ada 2 yaitu : 

1.    Pemeran di dalam ruangan (indoor) : pameran dengan setting tertutup, penyelenggarannya harus memperhatikan penataan, unsur cahaya, dan sirkulasi pengunjung. 

2.    Pameran di luar ruang (outdoor) : penyelenggaraan pameran ini untuk karya-karya yang tahan terhadap suhu ruang terbuka, contohnya patung batu, meskipun bisa juga pameran lukisan atau keramik.

 

Fungsi Pameran di Sekolah sebagai : 

1.    Media penampilan jati diri siswa

2.    Sarana peningkatan daya ekspresi bagi siswa

3.    Media memperluas cakrawala pengetahuan seni

4.    Media komunikasi antarsiswa dengan apresiator

5.    Sarana perangsang kreativitas siswa dalam berkarya seni

6.    Wahana pemunculan ide, aliran, dan jenis seni rupa baru bagi siswa

Kepanitiaan pameran ada 2 yaitu : 

  • 1.    Panitia Pengarah (Steering Committee) : bertugas memberi arahan, nasihat, dan petunjuk kepada panitia pelaksana dalam menjalankan tugasnya 
  • 2.    Panitia Pelaksana (Organizing Committee) : bertugas melaksanakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pelaksanaan dan bertanggung jawab atas kegiatan yang telah direncanakan dari awal sampai akhir

Rencana kerja adalah rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dari awal sampai akhir dalam pameran. Rencana kerja perlu disusun agar semua kegiatan dan langkah kerja panitia terprogram dengan baik. Rencana kerja tertuang dalam sebuah rumusan yang disebut proposal. 


Proposal adalah rencana kerja yang disusun secara sistematis dan rinci untuk kegiatan formal, merupakan usulan kegiatan yang perlu dukungan/persetujuan pihak lain. Proposal disusun oleh ketua pelaksana, wakil ketua, sekretaris dan bendahara pameran, disusun berdasar pertimbangan, arahan, ataupun petunjuk oleh pembina. 


Jadwal kerja adalah urutan kegiatan yang berhubungan dengan waktu pelaksanaan suatu rencana kegiatan. Jadwal kegiatan dibuat setelah rencana kerja dari setiap seksi terkumpul.


Jadwal kerja disusun oleh sekretaris yang mengacu pada konsep ketua, ditulis dan dipasang di ruang panitia agar mudah diketahui dan dilaksanakan sesuai dengan tugas masing-masing. 

Perencanaan pameran yang baik harus mencakup tentang : Materi, Kelengkapan, Tempat penyelenggaraan, Publikasi, Waktu penyelenggaraan, Dekorasi, Anggaran kegiatan dan Kepanitiaan 


Tahap penyelenggaraan Pameran

Persiapan Penyelenggaraan Pameran : 

1.    Publikasi kegiatan baik melalui siaran radio, spanduk, selebaran, undangan, maupun yang lainnya

2.    Mengadakan seleksi terhadap karya yang dikumpulkan

3.    Menyediakan perlengkapan pameran yang meliputi sketsel, papan panel, meja, label karya, buku tamu, tanaman hias, sound system, dan sebagainya

4.    Menyiapkan ruang pameran

5.    Menyusun acara pembukaan dan penutupan 

6.    Penataan Ruang Kegiatan : 

·         Mendekorasi ruang pameran

·         Memajang karya seni rupa yang akan dipamerkan pada tempat yang sesuai

·         Menempel label karya pada setiap benda seni dengan data yang komplit yang meliputi nama pembuat/pencipta, asal sekolah/ kelas, judul karya seni, jenis karya seni, bahan yang digunakan, dan teknik yang digunakan

·         Mengatur alur transportasi pengunjung

·         Memasang meja dan kursi penerima tamu/informasi dan tempat untuk meletak buku pesan-kesan

·         Memasang lampu sorot di tempat yang membutuhkan

·         Pelaksanaan : 

1.    Susunan acara pembukaan

2.    Pembawa acara/MC

3.    Pengarah acara

4.    Penempatan petugas jaga stan

5.    Buku tamu dan buku pesan-kesan

6.    Penampilan hiburan penyerta

7.    Pengadaan dokumentasi

8.    Upacara penutupan

9.    Kepanitiaan Pameran

 

Berikut contoh penataan dan ruang sirkulasi pameran : 



Evaluasi pameran ada 2 yaitu : 1). Evaluasi proses, adalah evaluasi mulai perencanaan pameran sampai proses kegiatan 2). Evaluasi hasil, adalah hasil yang diperoleh secara keseluruhan dari kegiatan pameran. 

Evaluasi bertujuan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi oleh setiap seksi, cara mengatasi persoalan yang ada dan mengetahui keadaan keuangan pada kegiatan yang dilaksanakan. Hasil evaluasi dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk pelaksanaan pada pameran selanjutnya.

Manfaat evaluasi yaitu Memberikan umpan balik bagi panitia maupun pihak lain dan Sebagai tolok ukur atas keberhasilan suatu kegiatan 

Evaluasi dilaksanakan setelah kegiatan pameran selesai. Panitia diberi waktu yang cukup untuk menyiapkan laporan tentang hal yang telah dikerjakan, meliputi : 

1.    Sistem Kerja : dimulai dari persiapan sampai akhir, evaluasi dari seluruh rangkaian kegiatan, yang meliputi cara kerja tiap personal, pengorganisasian kerja, kerja sama antarpanitia maupun antarseksi

2.    Pembiayaan : laporan pertanggungjawaban bendahara terhadap dana yang masuk dan keluar. Perlu dicermati bahwa dana yang keluar sesuai rencana anggaran yang telah ditetapkan

3.    Personalia Kepanitiaan : informasi tentang masing-masing anggota panitia mengelola pameran, menyangkut tanggung jawab, penguasaan, dan ketepatan antara bidang tugas dengan keahlian yang dimiliki. Penilaian terhadap figur personalia sangat penting pada kesempatan mendatang. 

4.    Bentuk Pameran : mengevaluasi bentuk pameran yang telah selesai dilaksanakan sudah sesuai dengan maksud, tujuan, dan tema yang telah ditetapkan

5.    Pelaksanaan Pameran : meliputi jalannya acara, banyak penonton/pengunjung, dan banyaknya hasil karya seni yang dipamerkan. Hal tersebut sebagai bahan perbaikan di masa mendatang

6.    Laporan dari masing-masing seksi : laporan ini sangat penting, yang diwakili oleh koordinator dari masing-masing seksi.

Laporan tersebut berisi kedisiplinan setiap anggota seksi, tanggung jawabnya terhadap bidang tugas masing-masing, kendala dalam melaksanakan tugas dan cara mengatasinya.

Dari laporan-laporan tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk pelaksanaan pameran pada masa mendatang dengan lebih baik.