Rabu, 04 Oktober 2023

KELAS 9 KD 3.1 - 4.1 SENI MUSIK : MENYANYIKAN LAGU SECARA SOLO/TUNGGAL

  DENTITAS :

Hari/Tanggal : Kamis, 5 Oktober 2022

Mapel : SBK

Kelas : 9C, 9D

Materi : Jenis Penampilan Vokal Solo / Tunggal, Materi Vokal

KD : 3.1 dan 4.1

3.1   Memahami teknik pengembangan ornamentasi melodis dan ritmis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal


4.1 Mengembangkan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal



Menyanyikan lagu secara solo/tunggal berarti sesederhana menyanyikan suatu lagu secara perseorangan atau sendiri. Mengapa terdapat jenis ini? Karena seperti yang kita ketahui, kita dapat menyanyikan secara bersama dalam vokal grup seperti choir.

Meskipun terdengar sederhana dan tampak tidak membutuhkan perhatian khusus, justru menyanyikan lagu secara solo/tunggal juga memiliki beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya, suara kita adalah fokus utama yang akan terdengar, dan kesalahan sekecil apa pun akan langsung terdengar oleh penyimak atau penonton, apalagi jika kita melakukan penampilan ini secara langsung di atas panggung.

Selain itu, terdapat beberapa jenis penampilan menyanyikan lagu secara solo atau tunggal. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah pemaparannya.

Jenis Penampilan Vokal Solo atau Tunggal

Terdapat beberapa jenis penampilan bernyanyi yang sering kita lihat di televisi atau pun secara langsung di sebuah panggung, yakni :

  1. ada yang bernyanyi sendiri dengan diiringi musik dari media rekaman seperti CD, flashdisk, komputer, maupun smartphone.
  2. tampil dengan band lengkap secara langsung, lalu
  3. ada juga yang bernyanyi bersama-sama lebih dari dua orang.

Semua jenis penampilan vokal tersebut tentunya memiliki keunikan dan sisi menarik yang berbeda, karena dari banyak segi ketiganya pun berbeda. Misalnya, dari segi persiapan dan sarana pun akan memiliki detail yang berbeda di setiap jenis penampilan.

Jenis penampilan vokal solo/tunggal sering kali dinilai penampilan yang paling sederhana dan tidak banyak membutuhkan banyak sarana dan prasarana, padahal sebenarnya sama saja. Setiap penampilan vokal solo justru memiliki beban yang lebih berat karena seluruh keberhasilan penampilannya sangat tergantung kepada sang vokalis atau penyanyi itu sendiri.

Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang harus dipahami, disiapkan, dan terus dilatih oleh seorang vokalis yang akan menyanyikan lagu secara solo/tunggal.

Materi Vokal

Suara seseorang dengan yang lainnya akan memiliki beberapa perbedaan. Mudahnya, perempuan cenderung memiliki jenis vokal yang tinggi dan ringan, sementara pria akan cenderung memiliki suara yang rendah dan berat. Namun beberapa pria juga memiliki jenis suara yang lebih tinggi dari pria lainnya. Berbagai perbedaan tersebut disebut sebagai materi vokal. Menurut Tim Kemdikbud (2017, hlm. 41) perbedaan mendasar terhadap materi vokal yang dimiliki oleh dua orang yang berbeda, yaitu:

1. Warna suara/timbre

Bunyi atau suara seseorang berbeda dengan orang lain. Hhal ini disebabkan karena getaran-getaran yang dihasilkan bentuk masing-masing pita suaranya berbeda. Dari perbedaan pita suara itulah dihasilkan warna suara yang berbeda pula. Warna suara jika dilatih dengan teknik vokal yang benar akan menghasilkan karakter vokal yang kuat.

2. Wilayah Nada

Kemampuan seseorang dalam mencapai tinggi rendahnya nada menyebabkan seseorang memiliki wilayah ketinggian nada tertentu. Oleh karena itu, setiap orang memiliki wilayah nada yang berbeda-beda sesuai dengan ketebalan pita suara yang dimiliki juga upaya seseorang itu dalam mengolah teknik vokalnya. Dengan kata lain, wilayah nada seseorang bisa bertambah dan berkurang sesuai dengan intensitasnya dalam berlatih olah vokal. Berikut ini pengelompokan wilayah nada sesuai ambitusnya.

  1. Suara anak-anak:
    Wilayah nada suara laki-laki dan perempuan pada usia anak-anak mempunyai ketinggian yang sama. Perbedaan akan terjadi ketika anak laki-laki beranjak dewasa, ada perubahan wilayah nada berdasarkan perubahan fisik yang mereka alami, misalnya tumbuhnya jakun di leher laki-laki. Batas wilayah nada yang dimiliki anak-anak adalah sebagai berikut.
      1. Suara anak-anak tinggi, wilayah nadanya c’ – f’
      2. Jenis Suara anak rendah, wilayah nadanya a – d’’
  1. Suara wanita:
    Wilayah nada dari suara wanita dibagi menjadi tiga jenis, yakni sopran, memo sopran, dan alto.
      1. Sopran adalah suara tinggi wanita yang wilayah nadanya berkisar antara c’- a’’.
      2. Sementara itu Mezo Sopran adalah suara wanita dengan suara sedang wanita yang wilayah nadanya berkisar antara a – f’’.
      3. Selanjutnya, Alto = Suara rendah wanita, wilayah nadanya f – d’’
  1. Suara pria:
    Wilayah nada dari suara pria dibagi menjadi tenor, bariton, dan Bass dengan detail sebagai berikut.
  1. Tenor suara tinggi pria, wilayah nadanya c – a’’.
  2. Bariton adalah wilayah suara sedang pria yang wilayah nadanya berkisar antara a – f’.
  3. Sementara itu Bass merupakan suara rendah pria dengan wilayah nada antara f – d’.

Mengetahui Wilayah Nada

Pengetahuan tentang wilayah nada ini benar-benar harus diketahui oleh seseorang yang akan bernyanyi. Mengapa? Sebagai penyanyi kita harus sadar akan kemampuan wilayah nada sehingga dapat memaksimalkannya. Jangan sampai kita memaksakan menyanyikan lagu dengan nada dasar yang di luar jangkauan wilayah nada kita. Jika dipaksakan, suara kita akan terdengar sumbang bahkan bisa merusak pita suara. Untuk mengecek wilayah nada kita dapat menggunakan alat musik piano atau keyboard dengan panduan pada gambar di bawah ini.





Senin, 25 September 2023

KELAS 9 KD 3.2 - 4.2 SENI PATUNG : BAHAN, ALAT, TEHNIK, DAN PRAKTIK BERKARYA SENI PATUNG

  DENTITAS :

Hari/Tanggal : Selasa, 26 September 2023

Mapel : SBK

Kelas : 9A, 9B

Materi : Bahan, Alat, Tehnik, dan Praktik Berkarya Seni Patung

KD : 3.2 dan 4.2

3.2   Memahami prosedur berkarya seni patung dengan berbagai bahan dan teknik


4.2 Membuat karya seni patung dengan berbagai bahan dan teknik


BAHAN UNTUK MEMBUAT PATUNG

Jenis bahan untuk membuat patung sangat beragam, secara umum jenis tersebut dibedakan menjadi 3 jenis :

1.       Bahan lunak

Tanah liat, lilin, sabun, gips

2.       Bahan Sedang

Kayu randu, kayu mahoni, kayu waru

3.       Bahan Keras

Batu marmer, batu granit, batu andesit, kayu jati, kayu ulin, kayu sonokeling, tulang, tanduk

4.       Bahan Cor

Bahan cair, serbuk/tidak padat namun dapat menjadi keras dalam waktu tertentu (semen, pasir, gips, logam, emas, timah, bahan kimia : resin, fiber)

 

ALAT MEMBUAT PATUNG

Peralatan yang diperlukan sesuai dengan bahan dan teknik yang digunakan.

1.       Pahat

Digunakan untuk media sedang/keras untuk memahat/mengurangi bahan keras sehingga membentuk objek yang diinginkan. Pahat terbuat dari bahan keras dan tajam, dengan mata pisau.

2.       Butsir

Semacam pisau/alat sudip untuk mengukir bahan lunak. Butsir terbuat dari bahan kayu atau mata logam yang tumpul/kawat.

3.       Alat las

Digunakan untuk bahan logam, las ini berfungsi untuk menggabungkan

4.       Meja putar

Meja yang berwujud bundar dan dapat berputar ke segala arah. Meja putar ini berfungsi untuk melihat dan mengontrol pada proses pembuatan patung dari berbagai arah tanpa harus bergerak mengitari patung

5.       Palu

Terbuat dari kayu ataupun logam yang digunakan untuk memukul pahat

6.       Tang

Beberapa patung yang menggunakan kawat maka tang dibutuhkan untuk membengkokkan dan meluruskan 


TEKNIK MEMBUAT PATUNG

1.       Teknik Pahat

Teknik mengurangi bahan keras

2.       Teknik Butsir

Teknik menambah atau mengurangi bahan lunak

3.       Teknik Las

Membuat dengan cara menggabungkan bahan logam dan merakitnya menjadi bentuk tertentu.

4.       Teknik Cor

Diawali dengan membuat cetakan terlebih dahulu, kemudian membuat adonan cor untuk dituangkan ke dalam cetakan, sehingga menghasilkan bentuk sesuai bentuk cetakan. Biasanya terbuat dari bahan logam yang dilelehkan

5.       Teknik Cetak.

Seperti teknik cor, diawali membuat cetakan. Bahan tidak dibuat adonan, tetapi menggunakan bahan lunak yang langsung dijepit menggunakan cetakan bivalve yang memiliki dua sisi seperti kerang

TAHAPAN PEMBUATAN PATUNG

Dalam berkarya seni patung, tetap berpedoman pada unsur dan prinsip seni rupa. Untuk mengingatkan kembali bahwa unsur seni rupa sudah ada pada materi bab 1 “SENI LUKIS”.

Unsur seni rupa yang digunakan pada proses berkarya seni patung adalah : garis, bentuk, tekstur, gelap terang, dan warna. 

Sedangkan prinsip yang digunakan pada berkarya patung adalah : kesatuan, keseimbangan, keselarasan, perspektif, proporsi, irama, komposisi, dan pusat perhatian.

Setelah mengingat kembali tentang unsur dan prinsip seni rupa yang akan menjadi pedoman dalam berkarya patung, maka tahapan berikutnya adalah langkah-langkah berkarya patung, yang disesuaikan dengan alat, bahan dan teknik yang digunakan.

1.       Bahan tanah liat

  • a.     Siapkan tanah liat secukupnya
  • b.     Tekan, dan banting secara berulang agar gelembung udara di dalam tanah liat keluar dan tanah liat menjadi padat
  • c.      Bentuk sesuai dengan objek dengan cara memijit dan menekannya
  • d.     Gunakan pisau kecil/butsir/sudip untuk menyelesaikan bentuk objeknya
  • e.      Keringkan patung di tempat teduh agar tidak retak

 

2.       Bahan kayu/batu

  • a.     Menyiapkan kayu dan gambar objek patung
  • b.     Memindahkan pola gambar objek pada kayu
  • c.      Membuat bentuk global sesuai pola gambar objek dengan menggunakan pahat
  • d.     Rapikan bentuk detail patung bentuk dengan menggunakan amplas
  • e.      Finishing pewarnaan menggunakan cat atau melamin

 

3.       Bahan gips

  • a.     Membuat pola gambar objek patung
  • b.     Buat adonan gips dengan cara mencampur bubuk gips dengan air
  • c.      Tuang adonan pada wadah yang disesuaikan dengan objek yang akan dibuat patung, biarkan adonan mengeras
  • d.     Lepaskan adonan yang telah mengeras dari wadahnya
  • e.      Pola gambar objek patung disiapkan pada gips padat
  • f.       Bentuk gips padat sesuai pola gambar dengan cara memahat/membutsir
  • g.     Rapikan detail dengan amplas
  • h.     Finishing dengan warna/cat

 

4.       Bahan Tepung

  • a.     Siapkan pola gambar objek patung
  • b.     Membuat adonan tepung beras, tepung terigu dan tepung kanji diaduk menjadi satu hingga merata
  • c.      Tambahakan lem kayu pada adonan tepung, aduk hingga menjadi seperti lilin
  • d.     Memahat bentuk lilin dengan sedetail mungkin
  • e.      Sentuhan akhir dengan pewarnaan

Rabu, 30 Agustus 2023

KELAS 9 KD 3.2 - 4.2 SENI PATUNG : PENGERTIAN, FUNGSI, BENTUK, DAN JENIS PATUNG

 DENTITAS :

Hari/Tanggal : Kamis, 31 Agustus 2023

Mapel : SBK

Kelas : 9C, 9D

Materi : Pengertian, Fungsi, Bentuk, dan Jenis Patung

KD : 3.2 dan 4.2

3.2   Memahami prosedur berkarya seni patung dengan berbagai bahan dan teknik


4.2 Membuat karya seni patung dengan berbagai bahan dan teknik



PENGERTIAN

Patung dalam bahasa Inggris disebut Sculpture. Seni patung adalah karya seni yang diciptakan dengan membentuk bahan bervolume atau mempunyai ruang dengan cara menambah bahan atau mengurangi bahan. Patung mempunyai panjang, lebar dan tinggi sehingga membentuk volume dan dapat dilihat dari berbagai arah atau sering dikenal dengan istilah tiga dimensi

 

JENIS PATUNG 

Patung dibedakan berdasarkan bentuknya :

1.       Patung Figuratif

Objek yang dibuat berupa tiruan dari bentuk alam/makhluk hidup (manusia, tumbuhan, hewan), dengan dibuat sedemikian menyerupai bentuk aslinya.

                      Gambar : Raden Inten

2.       Patung Non-Figuratif

Objek yang dibuat tidak meniru alam, bentuknya tidak nyata/tidak menyerupai bentuk aslinya dan bersifat abstrak. Biasanya hanya menampilkan garis, lekukan/bagian tertentu dari suatu objek

Sumber : https://kiamedia.my.id/

3.       Deformatif

Bentuk patung yang mengalami banyak perubahan dari bentuk aslinya (bentuk aslinya diubah menjadi bentuk baru berdasarkan imajinasi pembuatnya)


BENTUK PATUNG

Patung dibedakan berdasarkan displaynya :

1.       Zonde Bosse

Merupakan bentuk patung yang berdiri sendiri, tidak menempel pada bagian apapun

2.       Relief

Merupakan patung yang menempel pada permukaan dinding, biasanya berisi suatu cerita


Patung berdasar fisiknya

1.       Lengkap

Patung yang menampilakan seluruh bagian tubuh (manusia/hewan).

2.       Torso

Patung yang hanya menampilan bagian badan saja (dada, pinggang dan pinggul), tidak memiliki bagian tangan, kaki dan kepala.

3.       Dada

Patung yang memiliki setengah bagian badan (kepala hingga bagain dada saja)

4.       Kepala

Patung yang hanya menampilkan bagian kepala sampai leher saja



FUNGSI PATUNG

1.       Patung Dekorasi

Berfungsi memperindah suatu ruangan (dalam/luar ruangan)

2.       Patung Monumen

Dibuat mengenang jasa tokoh/kelompok tertentu (pahlawan/peristiwa bersejarah)

3.       Patung Kerajinan

Dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar yang diminati (kebutuhan yang tidak spesifik)

4.       Patung Arsitektur

Menunjang/melengkapi konstruksi suatu bangunan 

5.       Patung Seni

Dibuat untuk kepentingan estetis/keindahan.

6.       Patung Religi

Digunakan sebagai sarana beribadah