DENTITAS :
Hari/Tanggal : Kamis, 27 Juli 2023
Mapel : SBK
Kelas : 9C, 9D
Materi : Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Aliran
KD : 3.1 dan 4.1
Pengertian
Seni Lukis
Seni lukis merupakan cabang ilmu seni rupa yang diwujudkan
melalui karya dua dimensi dengan media kanvas atau permukaan datar lain. Media
untuk seni lukis biasa diisi oleh unsur-unsur pokok garis dan warna hasil dari
permainan cat atau pewarna dan pembubuh gambar lainnya.
Hasil dari seni lukis dapat memuat representasi terkait alam
seperti potret manusia, hewan, tumbuhan, bahkan pemandangan. Seni lukis juga
dapat menggambarkan gambar-gambar abstrak yang merupakan penyederhanaan bentuk
alam.
Pengertian seni lukis ada bermacam-macam, menurut Soedarso Sp,
melukis merupakan kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar
dari objek tiga dimensi dengan tujuan mendapatkan kesan tertentu. Soedarso pun
menambahkan bahwa karya seni erat kaitannya dengan pelibatan ekspresi, emosi
dan gagasan pencipta secara penuh.
Selain Soedarso Sp, pendapat yang lain dikutip dari W. Setya R
dengan karyanya Aliran Seni Lukis Indonesia. Menurut W. Setya R, seni lukis
adalah suatu aktivitas berekspresi dari pengalaman estetik manusia yang
dituangkan dalam bidang dua dimensi dengan medium rupa seperti garis, warna,
bidang, tekstur, cahaya, dan ruang.
Seni lukis menjadi representasi pelukis untuk menuangkan emosi
dan ekspresi jiwanya. Seni lukis tidak hanya sebuah karya seni yang bernilai
estetika. Karya seni lukis sendiri memiliki beberapa fungsi untuk masyarakat.
Hal itu bisa diketahui seperti fungsi religius, fungsi komersial, dan fungsi
simbolis.
Pada dasarnya, seni lukis adalah pengembangan dari menggambar.
Namun, seni lukis memiliki corak atau gaya yang lebih rumit. Seni lukis
menggunakan bahan dan teknik yang dapat membuatnya menjadi lebih beragam dari
menggambar pada umumnya.
Fungsi
dan Tujuan Seni Lukis
Secara umum, seni lukis memiliki fungsi yang terbagi menjadi 2
bagian yakni fungsi sosial dan fungsi individual.
1.
Fungsi sosial
Fungsi sosial dari sebuah karya seni lukis akan tampak apabila
dapat memberikan kegunaan bagi banyak orang. Karya seni dapat memiliki fungsi
sosial yaitu dengan syarat seorang seniman harus berhasil menunjukan nilai
sosial atau setidaknya bisa diterima oleh masyarakat. Ada 4 sektor fungsi
sosial yang diterima oleh masyarakat, yaitu:
a.
Pendidikan
Dalam bidang pendidikan, seni lukis menjadi media belajar
anak-anak pra sekolah dari prasekolah hingga taman kanak-kanak. Tujuan
pengajaran karya seni bagi anak-anak adalah untuk membangkitkan kreativitas
dalam mengembangkan ide. Dalam pelajaran melukis pada pra sekolah, anak-anak
diharapkan dapat belajar untuk memperkuat ingatan mengenai warna dan bentuk.
b.
Agama
Sebagai karya seni yang berasal dari hasil ide dan ekspresi
manusia, seni lukis dapat menjadi media dalam menuangkan rasa cinta kepada
Tuhan. Seni lukis juga memiliki fungsi sosial dalam agama untuk menggambarkan
kebesaran Tuhan. Misalnya dalam agama islam mengenal seni kaligrafi. Kaligrafi
biasanya digunakan untuk mempercantik tampilan tempat ibadah dengan menggunakan
firman Tuhan. Tidak hanya itu, dalam agama Hindu, banyak lukisan para dewa yang
dilukis dengan tujuan untuk sembahyang dan mendoakan orang yang telah tiada.
c.
Hiburan
Selain memiliki nilai pendidikan dan agama, pada dasarnya seni
lukis diterima masyarakat karena memiliki fungsi sosial sebagai penghibur.
Dalam aspek hiburan, sebuah karya seni dapat memperlihatkan kesan yang menarik
dan memberikan pengaruh kebahagiaan kepada masyarakat. Seni lukis pada umumnya
akan digunakan sebagai dekorasi atau gambaran dalam suatu acara.
d.
Kejelasan isi
Seni lukis yang memenuhi aspek kejelasan isi artinya mampu
memberikan dampak atau fungsi sosial. Kejelasan isi dari seni digunakan sebagai
media untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, kemampuan menjelaskan isi menjadi
keunggulan tersendiri dari seni lukis. Contoh karya seni lukis yang dapat
memberikan kejelasan isi, seperti, poster, reklame, hingga mural di sepanjang
jalan. Sekilas seni lukis tersebut tidak terlalu dilihat, namun kejelasan isi
membawa kesan dan makna yang mendalam dari masyarakat.
2.
Fungsi individual
Seni lukis yang dihasilkan dari ide, ekspresi, dan perasaan akan
memuat kebutuhan jasmani dan rohani seniman itu sendiri. Karya seni lukis dari
seniman dapat diakui oleh orang lain atau penikmat seni dengan sejumlah rupiah.
Jika dibandingkan dengan antusias seni di Italia, Prancis, Amerika, dan negara
maju lainnya, penghargaan atas seni lukis di Indonesia kepada seorang seniman
memang belum banyak. Tetapi, hal itu bukan menjadi hambatan untuk berkarya, di
era digital sekarang seni lukis dapat dipublikasi hingga seluruh belahan dunia.
Selain penghargaan jasmani, seni lukis dapat memenuhi kebutuhan
rohani sang seniman. Hal itu berarti proses pertama penciptaan seni lukis
hingga akhir, seorang seniman dapat mengekspresikan seluruh isi hati dan
perasaannya, baik itu perasaan senang, sedih, atau terluka. Seni lukis memiliki
ciri khas, di mana perasaan seniman akan mudah terlihat dalam karyanya.
3.
Tujuan Seni Lukis
a.
Tujuan religius
Seorang seniman lukis memiliki kemampuan yang dapat membuat
lukisan atau hasil karyanya memuat nilai-nilai keagungan tuhan yang maha esa,
nenek moyang, para leluhur atau dewa. Bukti bahwa seni lukis memiliki tujuan
religius terlihat pada pada lukisan gua-gua leang di Maros, Sulawesi Selatan.
b.
Tujuan magis
Selain bertujuan kepada nilai religiusitas, lukisan juga
memiliki tujuan magis dan berisi mantra-mantra tertentu. Karya seni lukis itu
dapat terbilang primitif dan memberikan kesan misterius bagi siapa saja yang
melihatnya. Contoh lukisan yang memuat nilai-nilai magis dan misterius
misalnya, lukisan bali yang menggambarkan sosok dewa penunggu kuil. Konon,
orang-orang Bali percaya bahwa lukisan tersebut akan memberikan daya tarik
terhadap tempat tertentu.
c.
Tujuan simbolis
Seorang seniman seni lukis yang mampu memperlihatkan dan
merepresentasikan cita-cita kehidupan seseorang. Cita-cita yang luhur akan
diaplikasikan dalam sebuah lukisan yang didalamnya terdapat tokoh terpandang.
Contoh lukisan yang dapat melambang ketokohan seseorang dapat diketahui dari
lukisan Pangeran Diponegoro yang sedang berdialog dengan Jenderal de Kock.
d.
Tujuan estetis
Bagi seniman seni lukis yang dapat menampilkan tujuan estetis
biasanya akan terlihat dari kekuatan keindahan dari pemandangan suatu daerah.
Tujuan estetis dapat dilihat pada banyak seni lukis di rumah, kantor, dan
tempat-tempat umum. Lukisan tersebut biasanya menggambarkan air terjun, sungai,
atau sawah di sebuah desa.
e.
Tujuan komersil
Lukisan dengan tujuan komersial biasanya mengutamakan nilai
ekonomi dalam setiap karyanya. Lukisan dengan pengerjaan cepat dan sederhana
banyak ditemukan di tempat-tempat ramai. Misalnya seperti jasa melukis wajah di
jalanan.
f.
Tujuan ekspresi
Pada tujuan ekspresi, seniman hanya ingin meluapkan emosi dan ekspresinya ke dalam sebuah karya, baik itu di kanvas atau kertas atau media apapun. Tujuan ini biasanya dimiliki seniman-seniman yang sedang dalam keadaan emosional dan membutuhkan butuh sebagai tempat berekspresi. Hampir semua orang mampu melukis dengan tujuan ekspresi yang satu ini. Melukis membuat lega dan ringan sehingga dianggap mampu menjadi terapi kejiwaan di kala stress. Oleh karena itu, ciri khas dari lukisan ini hanya bisa dilihat dari penggunaan corak, warna, bentuk, hingga media.
Aliran Seni Lukis
Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, lukisan memiliki ciri khas, tema, teknik yang biasa disebut dengan gaya atau aliran. Berdasarkan cara pengungkapannya, aliran dan gaya lukisan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: representatif, deformatif dan nonrepresentatif. Berikut penjelasan dari masing-masing pembagian tersebut:
Representatif
Lukisan representatif adalah perwujudan gaya seni rupa menggunakan keadaan nyata pada alam atau kehidupan sehari-hari manusia dalam masyarakat. Gambar pada lukisan akan merepresentasikan sesuatu yang konkret, misalnya pemandangan alam, potret manusia, suasana perkotaan, dsb. Beberapa gaya atau aliran seni rupa yang termasuk dalam kategori representatif adalah sebagai berikut.
1. Aliran Naturalisme
Aliran seni rupa yang menggambarkan keadaan alam, melukiskan segala sesuatu sepersis mungkin dengan keadaan nyatanya, seteliti mungkin. Sehingga diperlukan kemampuan yang terlatih untuk mewujudkan karyanya. Tokoh aliran naturalisme antara lain adalah sebagai berikut.
- Wahidi
- Abdullah Suryobroto
- Basuki Abdullah
- Mas Pringadi
- Rubens
- John Constabel
- Thomas Cole
- William Bliss Baker
2. Aliran Realisme
Aliran realisme adalah aliran seni rupa yang memandang dunia ini tanpa ditutup-tutupi, dalam artian subjek atau objek yang dilukis ditampilkan apa adanya, sesuai dengan kenyataan sehari-hari, tidak di dramatisir atau dipilih hanya yang indahnya saja. Tokoh-tokoh aliran realisme antara lain adalah sebagai berikut.
- Wardoyo
- Trubus
- Tarmizi
- Dullah
- Gustave Courbet
- Jean-Francois Millet
- Edouard Manet
3. Romantisisme
Aliran ini terkadang disebut romantisme yang
sebetulnya kurang tepat. Aliran ini mengungkapkan tema yang masih representatif
namun dengan cara yang dramatis. Misalnya menunjukan peristiwa yang dahsyat
atau kejadian-kejadian penting dalam sejarah secara dramatis. Tokoh-tokoh aliran
romantisisme adalah sebagai
berikut.
1. Raden Saleh
2. Fransisco Goya
3. Caspar David Friedrich
4. J.M.W Turner
Contoh karya aliran romantisisme: The Second of May 1808 oleh Fransisco Goya, gambar asli diperoleh melalui wikipedia.com
Deformatif
Deformatif adalah gaya yang mengubah bentuk asli dari objek atau
subjek yang dilukis, sehingga menghasilkan bentuk baru, namun tidak benar-benar
meninggalkan bentuk dasar aslinya. Beberapa aliran seni rupa yang termasuk
dalam gaya deformatif adalah sebagai berikut.
1.
Impresionisme
Merupakan aliran yang hanya menggambarkan kesan sederhana dari
apa yang dilukiskan. Tokoh aliran impresionisme meliputi
beberapa pelukis di bawah ini.
1. S. Sudjojono
2. Claude Monet
3. Paul Cezanne
4. Paul Gauguin
5. Georges Seurat
Contoh karya aliran impresionisme: Woman with a Parasol. wikipedia.com
2. Surealisme
Surealisme adalah aliran seni rupa yang mengubah sesuatu yang
nyata menjadi tampak tidak nyata. Misalnya, aliran surealisme dapat
menggambarkan manusia yang melayang, jam yang meleleh, ikan yang dapat berenang
tanpa air, dsb. Hal tersebut selanjutnya mengakibatkan gambar yang terdapat
dalam lukisan tampak seperti pada mimpi. Tokoh surealisme antara
lain adalah sebagai berikut.
1. Salvador Dali
2. Rene Magritte
3. Frida Kahlo
Contoh Karya Aliran Seni Lukis Surealisme: The Persistence of Time oleh Salvador Dali, gambar asli diperoleh melalui: wikiart.org
3. Kubisme
Kubisme merupakan aliran seni rupa yang
menyederhanakan objek nyata menjadi ke-kubus-kubus-an (bidang segi empat) atau
objek geometris lainnya. Aliran ini juga memainkan perspektif atau sudut
pandang yang berbeda dalam suatu objek. Misalnya, mata seseorang dapat digambar
melalui tampak depan, namun hidung digambarkan dari tampak samping, dan teling
digamarkan dari tampak atas. Beberapa Tokoh aliran kubisme adalah sebagai berikut.
1. Pablo Picasso
2. Georges Braque
3. Juan Gris
contoh lukisan aliran kubisme
4. Ekspresionisme
Aliran ekspresionisme merupakan aliran seni
rupa yang menonjolkan ungkapan dari dalam jiwa. Artinya, bukan kemiripan gambar
pada suatu lukisan yang diutamakan, namun ekspresi seniman terhadap sesuatu
yang ia lukis. Intinya, aliran ekspresionisme lebih mementingkan ekspresi individu
seniman dibandingkan dengan peniruan alam. Tokoh-tokoh
ekspresionisme adalah sebagai
berikut.
1. Affandi
2. Edvard Munch
3. Ernst Ludwig Kirchner
Contoh aliran Ekspresionisme: The Scream oleh: Edvard Munch (1893-1910)
Nonrepresentatif
Nonrepresentatif adalah gaya yang tidak merepresentasikan
sesuatu yang merupakan kebalikan dari representatif. Bentuk dasar dari gaya ini
sudah meninggalkan bentuk aslinya atau tidak menirukan alam sama sekali.
Lukisan hanya di isi oleh bentuk-bentuk geometris sederhana, kumpulan garis,
atau hanya berupa blok-blok warna yang terbebas dari bentuk alam seperti potret
wajah manusia, pemandangan, dsb. Aliran-aliran nonrepresentatif antara lain:
1. Abstrak Ekspresionisme
Aliran yang menggunakan ekspresi spontan untuk menciptakan karya
abstrak. Pelukis abstrak ekspresionisme menumpahkan cat langsung ke kanvas,
mencipratkan cat dengan tongkat, dsb. Tokoh-tokoh Abstrak Ekspresionisme antara
lain adalah sebagai berikut.
1. Jackson
Pollock
2. Willem
de Kooning
3. Mark
Rothko
4. Helen
Frankenthaler
5. Clyfford Still
Contoh aliran abstrak ekspresionisme: Number 5 oleh Jackson Pollock, gambar asli diperoleh melalui: jackson-pollock.org
Aliran yang hanya menggunakan bentuk-bentuk
dasar geometris seperti segi empat, persegi panjang, segitiga atau hanya garis.
Tokoh-tokoh aliran formalisme antara lain adalah sebagai berikut.
1. Jasper Johns

